Cari Startup Proptech, Sinar Mas Land Dirikan BSD Innovation Lab

Sinar Mas Land bekerja sama dengan Digitaraya dan GK Plug and Play mendirikan BSD Innovation Lab untuk mendukung lahirnya perusahaan rintisan di bidang teknologi properti dan smart housing.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 12 September 2019  |  15:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Sinar Mas Land bekerja sama dengan Digitaraya dan GK Plug and Play mendirikan BSD Innovation Lab untuk mendukung lahirnya perusahaan rintisan di bidang teknologi properti dan smart housing.

Head of Digital Hub Project Sinar Mas Land Irawan Harap menyatakan, seiring dengan perkembangan teknologi, para pelaku usaha juga perlu menyesuaikan dengan cepat.Dalam konteks itu, pihaknya berkomitmen untuk mendirikan ekosistem yang mendukung pengembangan teknologi.

“Kami harap BSD Innovation Lab dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi digital di Indonesia,” ujarnya, Rabu (11/9/2019).

 Dia menambahkan, Sinar Mas Land mengalokasikan investasi sebesar Rp7 triliun dalam 10 tahun untuk pengembangan digital hub seluas 26 hektare.

Digital Hub ini memiliki tiga model bisnsi yang berbeda, yaitu menjual lahan, membangun dan menyewakan gedung, dan menyediakan ekosistem digital termasuk bagi perusahaan rintisan seperti halnya membangun akselerator seperti BSD Innovation Labs.

Lebih lanjut, pihaknya menggandeng Digitaraya dan GK Plug and Play sebagai akselerator untuk menyediakan kurikulum, jaringan mentor, serta menghubungkan dengan mitra korporasi dan investor potensial.

Nantinya, dia menyebut solusi yang dihasilkan oleh perusahaan rintisan lulusan BSD Innovations Labs memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam bisnis Sinar Mas Land termasuk di kawasan BSD City yang tengah digadang-gadang menjadi Sillicon Valey selanjutnya.

“Kita siapkan tempat, kita undang vendor dan supplier untuk menjadi corporate partner. Kelebihannya nanti kalau menemukan startup yang cocok, kita bisa chip in dari awal sebelum valuasinya meningkat,” ungkapnya.

Managing Director Digitaraya Nicole Yap menyatakan pihaknya akan menyediakan kurikulum pelatihan dan bimbingan selama satu bulan berdasarkan kurikulum Google. Rencananya, program batch pertama akan diluncurkan pada Februari 2020.

 “Kita dapat melihat pengembangan ekosistem perusahaan rintisan yang mulai matang, semakn banyak perhatian kepada ekonomi digital. Kehadiran BSD Innovation Lab ini akan memberikan akses kepada para startup untuk berkolaborasi dengan berbagai perusahaan yang ada di kawasan ini,” ujarnya.

 Dia menambahkan, pihaknya bakal menggelar empat batch program akselerasi setiap tahunnya. Selain masa inkubasi, nantinya juga aka nada demo day ketika para pendiri perusahaan rintisan memiliki kesempatan untuk mempresentasikan bisnisnya kepada para investor potensial untuk mendapatkan pendanaan.

 Accelerator Director GK Plug and Play Indonesia Aaron Nio menyatakan, pihaknya mmbantu perusahaan rintisan untuk mendapatkan investor dan mitra strategis untuk mencari peluang kolaborasi.

 Pihaknya mengaku tak memiliki target spesifik mengenai jumlah perusahaan yang akan dihasilkan. Namun dia memproyeksikan untuk batch pertama akan menghasilkan setidaknya 5 hingga 10 perusahaan rintisan.

 “Kami ingin mencari startup di bidang proptech yang membentuk model bisnis baru di properti, smart city, kecerdasan buatan, IoT, hingga machine learning,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bsd city, bsde, sinarmas land, StartUp

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top