Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

INOVASI TEKNOLOGI: 'Kulit Pintar' Bersensor Magnet

Kulit buatantidak hanya digunakan agar robot memiliki kemampuan baru yang menyerupai manusia atau makhluk lainnya, tetapi juga bisa digunakan oleh manusia sendiri.
Gombang Nan Cengka
Gombang Nan Cengka - Bisnis.com 11 September 2019  |  17:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kulit buatantidak hanya digunakan agar robot memiliki kemampuan baru yang menyerupai manusia atau makhluk lainnya, tetapi juga bisa digunakan oleh manusia sendiri.

Meskipun sebagian peneliti mengembangkan kulit buatan untuk menggantikan kulit yang sudah ada (misalnya karena luka bakar), cukup banyak juga yang menginginkannya sebagai bagian dari sistem peranti sandangan.

Pada manusia, kulit buatan sebagai bagian dari peranti sandangan ini pada dasarnya digunakan untuk menambahkan kemampuan baru pada indera yang sudah ada. Ini biasanya dilakukan dengan menanamkan sensor dan berbagai alat pendukungnya, seperti kawat, baterai, dan antena.

Namun, menambahkan semua perangkat tersebut membuat kulit buatan itu sendiri menjadi kurang nyaman digunakan. Kulit buatan seperti ini juga kerap menuntut proses fabrikasi mikro yang rumit.

Para peneliti di King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) memecahkan masalah pada kulit buatan ini dengan menyingkirkan hampir semua peranti tambahan yang lazim ditemukan pada kulit buatan (atau “kulit pintar”) lainnya.

 Hasilnya adalah kulit buatan yang tipis dan sangat lentur. Agar dapat digunakan dengan peranti lainnya, tim dari KAUST ini menambahkan fungsi magnetik pada kulit buatan tersebut.

Kulit buatan dari Arab Saudi tersebut dibuat dengan mencampurkan matriks elastomer dengan bubuk magnetik, yang kemudian dikeringkan pada suhu kamar. Hasilnya kemudian dimagnetisasi, baik dengan magnet permanen atau elektromagnet sesuai keperluan. Kemudian, sensor magnetik bisa ditambahkan untuk kulit buatan ini.

Kulit buatan ini kemudian bisa digunakan untuk berbagai penerapan dan teknologi sandangan. Sebagai contoh, bila ditempelkan pada kelopak mata, kulit ini bisa membantu sistem yang melacak pergerakan mata.

Bila dipasang di jari tangan atau pada sarung tangan, kulit ini bisa digunakan untuk mengendalikan peranti tanpa harus menyentuhnya, bahkan dari jarak jauh. Karena kulit tersebut bersifat magnetik, perubahan medan magnet yang disebabkan oleh pergerakan kulit bisa dideteksi oleh sensor magnet yang kemudian bisa menafsirkannya sesuai kebutuhan.

Di situs web techxplore.com, salah satu peneliti, Profesor Jurgen Kosel yang juga menjadi supervisor tim penelitian, menyebutkan kulit magnetik ini juga akan berguna pada aplikasi seperti pengendalian rumah pintar, realitas virtual, dan realitas tertambah.

Hasil penelitian dari KAUST ini telah diterbitkan pada jurnal Advanced Materials Technologies, dengan judul An Imperceptible Magnetic Skin, pada 16 Agustus 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inovasi teknologi
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top