Kominfo Dorong Pengembangan Aplikasi Berbasis Open Source di Indonesia

Menteri Kominfo Rudiantara akan mendorong pengembangan aplikasi berbasis open source di Indonesia. Dia menegaskan, pengembangan open source tersebut harus senantiasa didorong dan dipromosikan bersama baik itu oleh pemerintah, korporasi, NGO atau organisasi manapun yang ingin mengembangkan sistem database berdasarkan PostgreSQL.
Sultan Anshori
Sultan Anshori - Bisnis.com 09 September 2019  |  14:31 WIB
Kominfo Dorong Pengembangan Aplikasi Berbasis Open Source di Indonesia
Kegiatan konferensi tingkat dunia tentang seluruh aspek software database Open Source PostgreSQL, yang digelar di Denpasar Bali Senin, (9/9/2019). - Bisnis/Sultan Anshori

Bisnis.com, DENPASAR— Menteri Kominfo Rudiantara akan mendorong pengembangan aplikasi berbasis open source di Indonesia. Dia menegaskan, pengembangan open source tersebut harus senantiasa didorong dan dipromosikan bersama baik itu oleh pemerintah, korporasi, NGO atau organisasi manapun yang ingin mengembangkan sistem database berdasarkan PostgreSQL.

"Kita ada satu perusahaan dari salah satu bank BUMN yang secara masif menggunakan open source,” ujarnya dalam sambutan melalui video di kegiatan konferensi tingkat dunia tentang seluruh aspek software database Open Source PostgreSQL, (9/9/2019).

Konferensi internasional yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia tersebut, mengusung tema “Saat bisnis bertemu peretas” dan berlangsung mulai 9 hingga 12 September 2019 mendatang di salah satu hotel di kawasan Sanur Denpasar, Bali.

PostgreSQL sendiri merupakan sistem database open source yang sudah dikembangkan secara aktif selama lebih dari 21 tahun terakhir dengan arsitektur yang telah terbukti dan memiliki reputasi kuat untuk keandalan dan integritas data.

Rudiantara menuturkan, bahwa open source membebaskan ketergantungan terhadap merek dan software berbayar (proprietary) sehingga menawarkan kemandirian dan biaya lebih murah, oleh sebab itu pemerintah selalu memperhatikan pengembangan PostgreSQL.

Menurutnya, pada tahun 80 dunia mengenal yang namanya structured query language (SQL), dimana dia juga menjadi bagian daripada itu di tahun ’80-an akhir, kemudian muncul Ingres, pada akhirnya PostgreSQL yang kita kenal saat ini.

Dia menambahkan, bahwa PostgreSQL yang menggunakan logo gajah tentunya memiliki karakteristik yang ramah, mudah berinteraksi dengan lainnya, dan memiliki ingatan jangka panjang. Chief RA berharap komunitas PostgreSQL turut memiliki sifat-sifat gajah dan kian meningkatkan pengembangan aplikasi di Indonesia.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat berkonferensi di Bali kepada komunitas PostgreSQL. Semoga sukses,” ujarnya.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, pemprov menyambut baik perhelatan PGConf.ASIA 2019 untuk mendukung kemajuan perkembangan software Open Source di sektor bisnis. Dia menjelaskan, rencana ini harus didukung oleh komunitas yang aktif dan loyal, software Open Source mampu berinovasi dengan cepat sehingga meningkatkan fleksibilitas dalam menjalankan roda usaha

"Saya berharap kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi di Indonesia khususnya di Bali Bali untuk mencapai potensi ekonomi digital seperti yang ditargetkan oleh Pemerintah," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kominfo

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top