Asosiasi Healthtech Indonesia : Regulasi Belum Mendukung Ekosistem Healthtech

Asosiasi Healthtech Indonesia menilai regulasi yang ada saat ini belum cukup mendukung pengembangan ekosistem healthtech dari sudut pandang digital, terutama dalam mewujudkan perlindungan bagi konsumen dan berbagai pemangku kepentingan.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  12:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Asosiasi Healthtech Indonesia menilai regulasi yang ada saat ini belum cukup mendukung pengembangan ekosistem healthtech dari sudut pandang digital, terutama dalam mewujudkan perlindungan  bagi konsumen dan berbagai pemangku kepentingan.

Ketua Asosiasi Healthtech Indonesia (Healthtech.id) Gregorius Bimantoro menyatakan, tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekosistem healthtech mencakup beberapa hal, seperti SDM kesehatan yang sebagian besar belum “melek” digital, pelayanan kesehatan yang belum siap beralih ke digital, hingga regulasi yang belum mendukung.

“Regulasi yang belum mendukung dari sudut pandang digital, dan berbagai stakeholder masih dalam kacamata old fashioned. Contoh saja telekonsultansi dan rekam medis elektronik, sudah ada di luar [negeri] berapa tahun? Peraturannya belum selesai padahal saat ini sudah banyak pelakunya,” ujarnya, Jumat (30/8).

Dia menambahkan, ekosistem healthtech saat ini masih sangat terbatas. Para pelaku healthtech yang ingin melahirkan inovasi kerapkali terbentur mencari bentuk inovasi yang dapat masuk ke sistem konvensional.

“Untuk melakukan sesuatu yang sangat berbeda belum tentu ada pasarnya, atau malah akan dianggap tidak sungguh-sungguh,” ujarnya.

Untuk mengatasinya, dia menilai perlu lebih banyak  kerjasama riset dari akademisi, industri, dan perusahaan rintisan serta peran pemerintah yang mengutamakan regulasi yang mendorong inovasi, bukan menghalangi. 

Selain itu, perlu juga adanya pengayaan bagi profesi tenaga kesehatan, mengenai peranan teknologi sebagai bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Perbaikan kurikulum pendidikan yang memuat literasi digital juga perlu dilakukan.

“ Perlu duduk bersama antara stakeholder terkait yakni pemerintah, Asosiasi Healthtech Indonesia dan perhimpunan profesi kesehatan dengan tujuan mewujudkan regulasi yang mendukung inovasi, antara lain dengan Healthtech Regulatory Sandbox, di mana regulasi bisa mulai bertemu di tengah dengan inovasi,” ungkapnya.

Sejauh ini, dia menyebut terdapat hampir 80 perusahaan rintisan teknologi kesehatan yang terdaftar ke dalam tujuh kategori yang ada di Asosiasi Helathtech Indonesia.

Kategori ini dipilih berdasarkan bisnis model utamanya, antara lain media dan komunitas, sistem informasi, on-demand healthcare, marketplace, telekonsultansi, eLearning, serta AI, IoT dan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, alat kesehatan, StartUp

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top