Ekspansi Bisnis: First Media Jual Gawai dan Rencana Buat Toko Online

Leo Dwi Jatmiko
Rabu, 28 Agustus 2019 | 19:11 WIB
Ilustrasi/firstmedia.com
Ilustrasi/firstmedia.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Link Net Tbk. (First Media) menyampaikan penawaran bundling layanan internet dan gawai yang ditawarkan belum lama ini, bertujuan untuk menarik pelanggan baru dengan memberi nilai tambah, sekaligus persiapan sebelum mengembangkan bisnis mereka ke toko online atau e-store.

Santiwati Basuki, Deputy Chief Marketing Officer PT Link Net Tbk. (First Media) mengatakan metode penawaran bundling gawai telah dilakukan beberapa tahun lalu. Awalnya perseroan menawarkan bundling layanan internet dengan gawai kelas premium yaitu Samsung S9. Namun masyarakat kurang antusias.

Santi mengatakan minimnya antusias di masyarakat karena umumnya mereka memiliki pilihan tersendiri untuk gawai kelas premium, sehingga mereka lebih selektif.

First Media akhirnya beralih dengan membundling gawai dengan kisaran harga  Rp2 juta – Rp3 juta. Selama dua kali program bundling berjalan, saat Ramadan dan Hari Kemerdekaan, Santi mengklaim perseroan berhasil menjual ribuan gawai kepada pelanggan.

Diketahui, salah satu program bundling yang ditawarkan oleh First Media adalah Semarak Kemerdekaan pada 15 Agustus lalu. Dalam program tersebut,  First Media membundling layanan intenet tanpa kuota hingga 75 Mbps & tv berbayar dengan gawai Xiomi Redmi 6. Selain Xiomi Redmi 6, pada promo yang berbeda perseroan juga menawarkan Xiomi Redmi Note 7 dengan harga sekitar 2,5 juta.

Untuk mendapatkan Xiomi Redmi 6, pelanggan dan calon pelanggan harus membayar uang senilai Rp1,59 juta pada bulan pertama untuk mendapatkan gawai dan layanan data. Kemudian di bulan ke 2 -12, pelanggan dan non pelanggan yang berminat harus membayar senilai Rp223.000. Harga ini lebih murah dibandingkan dengan harga sewa biasa yang senilai Rp265.000. First Media mengklaim setiap bundling yang ditawarkan, mereka memberikan potongan harga 25% -35% kepada para pelanggan dan calon pelanggan.

First Media dapat memberikan harga murah karena mereka telah menjalin kerja sama  dengan pihak Xiomi.  

“Tujuannya pertama yaitu untuk customer loyalty. Kami memberi dua produk gawai kelas menengah karena kami menargetkan untuk segmen menengah yang merupakan mayoritas di portofolio First Media,” kata Santi kepada Bisnis, Selasa (28/8/2019).

Santi mengatakan selain sebagai loyality, penawaran bundling juga bertujuan untuk memikat pelanggan baru dengan  nilai tambah gawai saat mereka mau berlangganan First Media.

Program bundling, kata Santi, saat ini masih bersifat tematik. Namun, rencananya pada kuartal IV/2019, perseroan akan meluncurkan toko online atau e-store bekerja sama dengan salah satu e-commarce. 

“Jadi prinsipnya kami akan menjual barang-barang sesuai layanan kami [di toko tersebut] misalnya internet, ada hubungannya orang akan memakai gawai, router, mouse, itu yang kami disediakan,” kata Santi.

Santi menjelaskan salah satu gagasan perseron mempertimbangkan untuk membundling layanan internet dengan gawai karena melihat peluang besar dari pelanggan First Media.

Dia berhitung dengan jumlah pelanggan internet rumah First Media saat ini yang berkisar 617.000 rumah, pangsa pasar yang tersedia sekitar 1,8 juta, jika setiap rumah di huni oleh 3 orang. Peluang ini lah yang coba dikejar oleh First Media.

Pada waktu berbeda, Adi Kusma, President Director PT Supra Primatama Nusantara (Biznet Network) mengatakan perseroan belum berminat untuk menarik pelanggan dengan menawarkan bundling gawai, sebab orang memiliki selera yang berbeda-beda terhadap merek gawai.  

Dia mengatakan dalam menarik pelanggan perseroan lebih memilih mengedepankan bundling promo sepeti sewa internet rumah 12 bulan, gratis 5 bulan dan tas ekslusif. Promo tersebut diadakan pada periode tertentu.

“Karena kalau merek gawai itu terkadang preference masing-masing orang,” kata Adi kepada Bisnis.   

Strategi Perusahaan

Sementara itu, analis Kresna Sekuritas Etta Rusdiana Putra menilai bundling yang dilakukan oleh First Media merupakan upaya dalam persaingan bisnis internet ke rumah atau FTTH yang semakin ketat,  terutama dengan aksi sejumlah kompetitor yang menawarkan harga yang lebih menarik dan akses yang lebih cepat, termasuk bundling dengan layanan Video Streaming seperti Netflix.

Etta mengusulkan First Media tidak berhenti hanya pada bundling gawai, melainkan bundling paket keluarga dengan menghadirkan internet, tv kabel, telepon rumah, gawai dan paket internet untuk gawai.

“Jadi hitungannya bukan lagi ARPU tapi Average Revenue per Home (ARPH),” kata Etta.

Etta mencontohkan dengan 60 juta rumah tangga di Indonesia saat ini, seandainya  ARPH senilai US$ 20, maka per bulan totalnya bisa mencapai US$ 1,2 miliar. Adapun untuk pengelompokan harga tarif, kata Etta, berdasarkan kecepatan dan jumlah data mobile.

Di samping itu, kata Etta, perusahaan penyedia internet juga dapat menyediakan paket murah melalui variasi harga yang dipadukan dengan kecepatan yang beragam untuk menarik pelanggan.

Paket murah juga dapat diberikan dengan menyerahkan beban instalasi kepada pelanggan, sehingga pelanggan hanya membayar harga layanan internet saja, melalui pembayararan tunai, kredit atau bekerja sama dengan perusahaan teknologi finansial.

“[beberapa perusahaan] untuk langganan jaringan tetap harus 1 tahun, biaya rata-ratanya saja 10% dari UMR,  pasti tidak semua sanggup berlangganan. Kemudian instalasi sekarang kan jadi hidden cost di biaya per bulan. Kalau dipisahkan langganan bulanannya jadi murah,” kata Etta.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper