Pelanggan Kelas A dn B Mendominasi di First Media

Leo Dwi Jatmiko
Selasa, 13 Agustus 2019 | 10:28 WIB
Ilustrasi/firstmedia.com
Ilustrasi/firstmedia.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Link Net Tbk., perusahaan penyedia layanan internet dengan merek First Media, mengklaim bahwa pelanggan kelas A dan B masih mendominasi jumlah pelanggan di perseroan.

President Director & CEO Link Net Marlo Budiman mengatakan, pelanggan kelas A dan B adalah pelanggan yang umumnya mampu membeli paket premium. Saat ini komposisi pelanggan kelas A dan B di perseroan mencapai 80% dari total pelanggan.

Diketahui, hingga 6 bulan pertama 2019, jumlah pelanggan di perseroan sekitar 616.000 pelanggan, artinya sebanyak 492.800 merupakan pelanggan kelas A dan B.

"Kami mayoritas sekitar 70-80% masih kelas A dan B. Kami punya roll out, [pelanggan kelas] C dan C1 maksimum itu 10-20%," kata Marlo di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Adapun dari komposisi sektor bisnis, kata Marlo, jumlah pelanggan residential masih mendominasi dengan 85%, adapun sisanya 15%, berasal dari sektor korporasi.

Dia mengatakan dalam 2 tahun, perseroan berencana meningkatkan komposisi sektor enterprise atau korporasi menjadi 20% dengan basis enterprise yang lebih besar, mengingat setiap tahun rata-rata pertumbuhan First Media sebesar 7-8%.

"Bahkan dari segi pendapatan, kami menargetkan pertumbuhan sektor korporasi naik 50% [dibandingkan dengan tahun lalu]" kata Marlo.

First Media, baru saja melakukan kerja sama dengan PT Marga Mandalasakti, operator tol Tangerang—Merak, sebagai langkah ekspansi mereka ke Banten.

Kerja sama antara Link Net dengan Marga Mandalasakti berbentuk indefeasible right of use (IRU) yaitu hak pakai atas jaringan backbone kabel serat optik sepanjang 76 km milik PT Astra Tol Nusantara di ruas tol Tangerang Barat—Merak.

Dalam memuluskan penetrasi ke daerah baru tersebut, First Media akan menghadirkan produk-produk andalan dengan harga yang disesuaikan dengan kelas pelanggan.

Marlo mengakui pasar di Banten serupa dengan pasar di Semarang, yang memiliki upah minimum regional di bawah Jakarta sehingga produk yang ditawarkan harus sesuai dengan kondisi di sana.
setelah menguasai jaringan tersebut, Link Net akan menarik kabel ke konsumen perumahan dan korporasi di sekitar kawasan tersebut.

Dia mengatakan, potensi konsumen residensial yang disasar dengan kerja sama tersebut sekitar 160.000 konsumen, Adapun, Link Net menargetkan untuk meraup 25% dari total konsumen potensial tersebut.

“Kami telah berkomitmen untuk kota-kota yang First Media masuk, bukan hanya untuk sekadar masuk saja, tetapi juga memberi pelayanan kepada pelanggan kelas A,B, dan C,” kata Marlo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper