Kolaborasi Perusahaan Teknologi Dorong Transaksi Nontunai

Kolaborasi antara sesama perusahaan teknologi dinilai lebih efektif untuk mempercepat adopsi transaksi nontunai di masyarakat.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  09:51 WIB
Kolaborasi Perusahaan Teknologi Dorong Transaksi Nontunai
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA —Kolaborasi antara sesama perusahaan teknologi dinilai lebih efektif untuk mempercepat adopsi transaksi nontunai di masyarakat.

Bayu Ramadhan, Vice President Marketing and Brand PT Moka Teknologi Indonesia (Moka), perusahaan penyedia aplikasi kasir berbasis komputasi awan menyatakan pada tahun lalu, jumlah transaksi nontunai yang diproses oleh aplikasinya hanya di bawah 10%.

Adapun hingga Juni 2019, nilai transaksi tunai dibandingkan nontunai masih cukup jauh, yaitu 82,23% berbanding 17,17%. Padahal, perusahaannya telah bekerja sama dengan sejumlah penyedia dompet digital  dan pembayaran seperti OVO, Linkaja, Akulaku dan Kredivo.

“Kami sebagai market leader di industri POS [Point of Sales] akhirnya berkolaborasi dengan Gopay  yang saat ini menjadi instrumen pembayaran yang dominan di pasar. Kami targetkan nilai transaksi nontunai [yang diproses Moka] pada akhir tahun dapat menyentuh setidaknya 40%,” ujarnya, Kamis (1/8/2019).

Lebih lanjut dia menjelaskan kerja sama dengan Gopay membuat seluruh mitra pedagang Moka yang mencapai 20.000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menerima pembayaran dengan Gopay. 

 Dengan menggunakan layanan yang terintegrasi, mitra pedagang tidak perlu lagi menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC), sehingga proses pembayaran menjadi lebih cepat dan praktis.

Selain itu, meja kasir juga akan tertata lebih rapi dan mitra pedagang dapat mencairkan transaksi lebih cepat yaitu sehari setelahnya.

Dia memerinci, saat ini penyebaran transaksi nontunai yang diproses Moka masih terpusat di kota-kota besar, antara lain Jakarta 45,38%, Tangerang 11,46%, Bandung 6,3%,  Surabaya 6,11%. Sementara kota lainnya masih di bawah 5%, seperti Bali 4,28%, Yogyakarta 2,65%, Medan 2,03%, dan Bogor 1,93%.

“Kami ingin mengakselerasi UMKM melalui teknologi, terutama dengan menjalin kolaborasi dengan perusahaan lain seperti Gopay,” ujarnya.

Head of Corporate Communication Gopay Winny Triswandhani mengatakan Moka memiliki kesamaan visi dengan Gopay dalam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT) yang digalakkan pemerintah.

“Harapannya dengan kerja bareng-bareng, kita bisa terus mengedukasi pedagang kecil di seluruh Indonesia untuk cashless karena sekarang semuanya lebih mudah,” ujarnya.

Dia menyatakan dengan menyediakan pembayaran nontunai, segala transaksi mitra pedagang dapat tercatat dan dapat menjadi membantu mereka mendapatkan akses permodalan.

Dia menyebut, Gopay juga telah bekerja sama dengan perbankan seperti BNI untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM.

Winny menambahkan, pihaknya terbuka untuk menjalin kemitraan dengan siapapun. Tak hanya dengan Moka, Gopay juga bekerja sama dengan perusahaan penyedia aplikasi kasir atau POS lainnya seperti Pawoon.

Selain itu, Gojek sendiri juga memiliki aplikasi kasir online bernama Spots untuk memonitor transaksi dan penjualan mitra pedagang Gofood. Spots menjadi bagian dari ekosistem setelah Gojek mengakuisisi Kartuku pada 2017.

“Kita tetap terbuka untuk berkolaborasi dengan  siapapun sepanjang memiliki misi yang sama,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Transaksi Nontunai

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top