Kadin: Blockchain Penting untuk Perkuat UMKM Indonesia

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin)   bekerja sama dengan Blockchain Asia Forum mendirikan Blockchain Center of Excellence and Education (BCEE) sebagai wadah edukasi dan sosialisasi teknologi blockchain kepada dunia usaha, khususnya Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  14:27 WIB
Kadin: Blockchain Penting untuk Perkuat UMKM Indonesia
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Rantai Pasok Rico Rustombi (tengah), Vincent Choy, Chairman BCEE (kedua kanan) saat konferensi pers Global Blockchain Investment Summit, Senin (29/7/2019) - Deandra Syarizka

Bisnis.com, JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin)   bekerja sama dengan Blockchain Asia Forum mendirikan Blockchain Center of Excellence and Education (BCEE) sebagai wadah edukasi dan sosialisasi teknologi blockchain kepada dunia usaha, khususnya Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Peluncuran BCEE ini merupakan bagian dari rangkaian  acara Global Blockchain Investment Summit, yang dihadiri oleh setidaknya 2.000 peserta yang dari China,  Korea Selatan, Hong Kong,  Amerika Serikat dan negara Eropa.  

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Rantai Pasok Rico Rustombi menyatakan BCEE merupakan wadah pelatihan teknologi blockchain yang paling mendasar bagi dunia usaha. 

Dalam lembaga tersebut,  berbagai sosialisasi,  edukasi dan riset akan dilakukan guna mencari cara terbaik mengaplikasikan teknologi blockchain untuk mendorong perekonomian. 

"Blockchain ini teknologi yang tidak semua orang paham dengan baik.  Karena itu,  Kadin mengambil inisiatif ini.  Industri atau dunia usaha harus mengadopsi teknologi blockchain, " ujarnya di sela-sela Global Blockchain Investment Summit, Senin (29/7/2019).

Dia menambahkan,  nantinya BCEE akan membuat platform dan program edukasi khusus untuk UMKM. 

Pasalnya, dia menilai UMKM masih memiliki keterbatasan untuk memahami teknologi tersebut.  Padahal,  UMKM berperan sangat penting dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. 

Vincent Choy,  Chairman BCEE menyatakan langkah awal yang akan dilakukannya adalah menggandenga Singapore Management University untuk menyampaikan pelatihan. 

Selanjutnya,  pihaknya akan membentuk platform dan aplikasi untuk menyampaikan materi pelajaran.  

"Kami sangat senang berada di Indonesia. Tujuan BCEE ini adalah untuk memulai langkah penyebaran dan adopsi blockchain di Indonesia," ujarnya. 

Lebih lanjut,  dia menambahkan penerapan teknologi blockchain membutuhkan dukungan dari pemerintah selaku regulator. 

Oleh karena itu,  pihaknya mengaku terbuka terhadap kesempatan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendiskusikan penerapan blockchain di Indonesia. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
blockchain

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top