Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vendor Laptop Bersaing Incar Pangsa Pasar Casual Gamers

Casual gamer menjadi sasaran empuk bagi vendor gaming laptop di Tanah Air. 
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  14:53 WIB
Peserta bermain game online PUBG pada acara Spirit of Millennials Games Day 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/12/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Peserta bermain game online PUBG pada acara Spirit of Millennials Games Day 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/12/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Casual gamer menjadi sasaran empuk bagi vendor gaming laptop di Tanah Air. 

Laptop untuk segmen tersebut dinilai berkontribusi lebih besar untuk pendapatan vendor dibandingkan dengan untuk segmen enthusiast gamer dan professional gamer.

Indonesia CPS Lead HP Inc. Hansen Wijaya mengatakan, sampai dengan saat ini 50% pendapatan perusahaan dari hasil penjualan laptop disumbangkan oleh laptop yang dibuat untuk segmen casual gamer.

Untuk segmen ini, vendor menghadirkan gaming laptop di kisaran harga Rp14 juta -- Rp15 juta. Dengan harga tersebut, vendor juga tidak segan-segan dalam memberikan spesifikasi-spesifikasi berkualitas serta memiliki desain yang berbeda.

Laptop produksi HP yang diluncurkan untuk kasual gamers di Indonesia kemarin (25/7), Pavilion Gaming 15, melakukan peningkatan terhadap teknologi yang ada di seluruh aspek, mulai dari CPU Intel Core i5/i7 Generasi ke-9 hingga NVIDIA GeForce GTX 1650 Ti dengan Max-Q design yang baru diluncurkan.

Bahkan, laptop buatan Asus ROG Strix G531 nyaris setara dengan laptop di segmen enthusias gamer produksi HP, Omen 15, di mana keduanya sama-sama mengandalkan refresh rate yang sangat cepat.

Menyoal desain, baik itu gaming laptop segmen casual gamer ataupun enthusiast juga tidak memiliki perbedaan yang terlalu kentara. Misalnya, laptop gaming segmen casual gamer yang diluncurkan Asus baru-baru ini, ASUS ROG Strix G531.

Kerja sama yang dilakukan perusahaan asal Taiwan itu dengan BMW Designworks berhasil melahirkan terobosan baru dari segi desain, di mana gaming laptop tersebut didesain memiliki nuansa mobil sport dengan sistem pembuangan udara panas serta beberapa port di bagian belakang.

Hal serupa juga dilakukan oleh produsen laptop asal Taiwan lainnya, MSI. Country Manager MSI, Jerry Lu, mengatakan perusahaan melakukan kerja sama dengan salah satu saluran televisi Amerika Serikat, Discovery Channel, guna memanfaatkan jasa perancang model berselera tinggi dari perusahaan tersebut untuk memasukkan unsur-unsur e-sports ke dalam desain laptop.

Berbeda dari HP yang fokus di gaming laptop, tahun ini MSI lebih berfokus dengan laptop yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan konten kreator. Lu menyatakan lebih dari 50% pengguna produk laptop MSI adalah kreator konten.

Sementara itu, sebanyak 28% pengguna adalah gamers dari segala segmen, dan selebihnya adalah konsumen yang menggunakan produk laptop MSI untuk hal-hal lain di luar kebutuhan kreator konten ataupun gaming.

Turut meluncurkan laptop baru pada Juli 2019, vendor asal China, Lenovo, justru mengambil segmen yang sangat berbeda dari kompetitor-kompetitornya. Adapun, produk terbaru Lenovo, yakni Ideapad 130, ditujukan khusus untuk segmen pelajar.

Dalam menyasar segmen tersebut, Lenovo melakukan beberapa penyesuaian mulai dari spesifikasi sampai dengan layanan strategi pemasaran. Lenovo melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap Ideapad 130 agar laptop tersebut dapat berfungsi efektif untuk digunakan oleh pengguna dari segmen pelajar dengan melengkapi Ideapad 130 dengan prosesor Intel Core i3 7020U yang cocok untuk penggunaan sehari-hari.

Fitur-fitur standar seperti memori RAM 8GB SSD 256GB dan Windows 10 masih menjadi andalan bagi-bagi laptop terbaru yang diluncurkan oleh Lenovo.

Untuk strategi pemasaran, Lenovo bekerja sama dengan salah satu marketplace dagang-el asal China, Lazada, yang dinilai dapat memberikan akses yang lebih mudah kepada pasar.

Consumer Marketing Lead, Lenovo Indonesia, Diantika, menyatakan dilakukannya kerja sama dengan marketplace dagang-el berskala besar dinilai sebagai strategi yang cocok untuk diterapkan perusahaan untuk menarik minat pasar. Pasalnya, melalui marketplace dagang-el berskala besar, produk-produk yang ditawarkan dapat dijangkau dengan mudah oleh pasar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top