Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukalapak dan Kresna Group Kembangkan Platform Ekonomi Digital

PT Bukalapak dan PT Asuransi Kresna Mitra Tbk, bersama dengan Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan  menandatangani nota kesepahaman dengan World Logistics Council (WLC) untuk mendukung pengembangan platform ekonomi digital yang menawarkan solusi dan digitalisasi sistem rantai pasok antarbisnis di seluruh dunia.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  14:16 WIB
Chief Executive Officer dan Founder Bukalapak Achmad Zaky menyampaikan sambutan pada halal bihalal dengan awak media di Jakarta, Selasa (3/7/2018). - Bisnis/Dedi Gunawan
Chief Executive Officer dan Founder Bukalapak Achmad Zaky menyampaikan sambutan pada halal bihalal dengan awak media di Jakarta, Selasa (3/7/2018). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bukalapak dan PT Asuransi Kresna Mitra Tbk, bersama dengan Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan  menandatangani nota kesepahaman dengan World Logistics Council (WLC) untuk mendukung pengembangan platform ekonomi digital yang menawarkan solusi dan digitalisasi sistem rantai pasok antarbisnis di seluruh dunia.

Chairman World Logistics Council Samuel Salloum mengatakan platform ekonomi digital yang bernama Multi-Dimensional Digital Economy Application System (MDDEAS) ini akan diluncurkan melalui program Asia Benchmark Trade Lane (BTL), sebuah program pengembangan ekonomi terutama bagi pelaku usaha segmen Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

  “Platform Ekonomi Digital ini memberikan ribuan aplikasi bisnis gratis yang mendigitalisasi value chain global dari pasar B2B sebesar USD150 triliun melalui penggunaan Artificial Intelligence, Analisis Big Data, dan teknologi blockchain,” jelasnya, Kamis (25/7/2019).

Lebih lanjut, pihaknya bakal melibatkan setidaknya 11 perusahaan teknologi terkemuka dunia untuk terlibat dalam pengembangan platform, yang direncanakan untuk dimulai pada 2020. Namun, pihaknya belum dapat menyebutkan nama perusahaan teknologi yang dimaksud.

Samuel menilai keterlibatan konsorsium perusahaan teknologi sangat penting untuk menghindari dominasi atas data yang akan dihimpun melalui platform. Menurutnya, solusi teknologi yang ditawarkan dari konsorsium akan lebih aman dibandingkan dengan solusi yang ditawarkan hanya dari satu perusahaan SaaS (Software as a Service).

“Untuk transparansi data, kami juga akan melibatkan 28 organisasi semi-pemerintah yang tergabung dalam WLC untuk mengawasinya, termasuk Kadin. Selain itu, keterlibatan berbagai perusahaan teknologi, e-commerce, e-finance, dan e-insurance juga dapat lebih menjamin keamanan data,” ujarnya.

 Sejauh ini, ujarnya, investasi yang telah dikucurkan untuk riset dan pengembangan platform tersebut telah mencapai US$ 100 juta, dan WLC menargetkan dapat menghimpun investasi selanjutnya yang mencapai US$300 juta untuk mengkomersilkan platform tersebut.

 Nantinya, platform ini akan menyediakan integrasi point-to-world yang mulus melalui plug-in atau portal-in access untuk perusahaan besar, menengah dan kecil untuk mengakses fitur-fitur inovatif yang mengurangi risiko perdagangan, ongkos logistik yang tidak efisien, sekaligus menciptakan akses yang lebih besar ke layanan finansial dan asuransi.

 Dengan kata lain, platform ini akan menghubungkan secara digital seluruh mitra dagang nasional dan global yang berkaitan dengan rantai pasok perdagangan dari hulu ke hilir, mulai dari penjual, operator, bea cukai, penyedia kargo, pergudangan, hingga pembeli.

Associate Vice President of Public Policy and Government Relations Bukalapak Bima Laga menyatakan pengembangan platform ekonomi digital ini sejalan dengan visi BukaGlobal, di mana saat ini pihaknya telah mengekspor produk UMKM mitra Bukalapak ke lima negara di Asia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Hong Kong, Taiwan,dan Brunei Darussalam.

“Mudah-mudahan dengan MoU ini, rantai pengiriman kita bisa lebih luas bukan hanya di lima negara tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan Bukalapak tidak terlibat dalam pengembangan platform tersebut. Adapun setelah MoU ini, pihaknya masih akan mendiskusikan secara internal langkah selanjutnya untuk mengintegrasikan sistem logistiknya ke platform tersebut.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto menyambut baik kolaborasi antara WLC dengan Bukalapak dan Kresna Group. Pihaknya berharap akan lebih banyak perusahaan Indonesia terlibat dan bekerja sama dengan organisasi internasional dalam pemanfaatan teknologi.

"Kolaborasi dengan World Logistics Council ini akan mendukung program kami lebih jauh di Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan untuk mendigitalisasi supply chain perikanan Indonesia,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi digital
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top