Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Konektivitas Internet, Indonesia Tersulit di Asean

Kementerian Komunikasi dan Informatika menilai di antara negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia menjadi negara yang paling membutuhkan banyak dana dalam menghadirkan konektivitas internet.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  16:49 WIB
Internet - Ilustrasi
Internet - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika menilai di antara negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia menjadi negara yang paling membutuhkan banyak dana dalam menghadirkan konektivitas internet.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan hampir semua negara di Asia Tenggara menghadapi masalah konektivitas internet.

Adapun Indonesia, kata Rudiantara, masih berada di posisi tengah sebagai negara yang bermasalah dengan konektifitas internet se Asia Tenggara.

“Kita bukan nomor 1 di Asean tapi bukan yang paling belakang di Asean. Internet connectivity Indonesia  baru 45% berdasarkan angkanya APJII yang akhir  2018,”  kata Rudiantara disela-sela acara Approaches to ASEAN Next Generation USO di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Rudiantara menambahkan dalam mengatasi permasalahan konektivitas jaringan internet, permasalahan di Indonesia lebih rumit dibandingkan dengan negari Asia Tenggara lainnya seperti Thailand dan Vietnam.

Dia mengatakan Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan dana USO lebih besar untuk menghadirkan konektivitas internet karena perlu investasi untuk satelit atau Sistem Komunikasi Kabel Laut.

“Thailand masih punya tantangan tapi mereka kan negara daratan, lebih murah narik kabel,” kata Rudiantara.

 Rudiantara mengatakan untuk meningkatkan konektivitas internet tersebut, pemerintah terus menggalakan universal service obligation (USO).

Dia mengatakan yang membedakan USO saat ini dengan USO pemerintah sebelumnya adalah dalam pengelola. Rudiantara menuturkan dahulu USO dikelola oleh unit yang ada di Kemenkominfo. Sedangkan saat ini pengelolaan USO dilakukan terpisah dan diatur oleh Bakti.

“Kenapa di spin off agar prosesnya dengan cara yang baru. agar lebih governance. Karena kan ini uang operator sebetulnya danaUSO ini. pertanggungjawaban juga harus jelas,” kata Rudiantara. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top