Link Net Perluas Layanan di 5 Kota Baru

PT Link Net Tbk. berkomitmen menghadirkan layanan mereka di lima kota baru pada tahun ini, sebagai langkah dalam meraup pelanggan baru khususnya resedensial atau pelanggan perumahan. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  08:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Link Net Tbk. berkomitmen menghadirkan layanan mereka di lima kota baru pada tahun ini, sebagai langkah dalam meraup pelanggan baru khususnya resedensial atau pelanggan perumahan. 

Link Net menargetkan jumlah pelanggan tv berbayar atau yang bernama HomeCable menyentuh angka 650.000 pelanggan pada akhir 2019. Adapun saat ini jumlah pelanggan HomeCable masih sekitar 610.000 pelanggan. 

Kemudian, jumlah homepass atau sambungan kabel yang melewati rumah juga ditargetkan mencapai 2,8 juta homepass pada Desember 2019.

Untuk mengejar target tersebut, Link Net berupaya memperluas jaringan dengan mengincar lima kota baru pada 2019, yaitu Semarang, Solo, Serang, Cilegon, dan Bali.

Link Net juga akan bekerja sama dengan partner untuk meningkatkan cakupan, hanya saja Link Net tidak menyebutkan partner tersebut. 

Adapun saat ini jaringan Link Net telah terdapat di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Bali, Medan dan Batam. 

“Partner kami akan memberi cakupan jairngan tambahan sehingga [jaringan kami] nanti tidak hanya terdapat di kota-kota yang first media memiliki aset,” kata Agung Satya Wiguna, Director Enterprise Sales Link Net di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Sementara itu, CEO & President Director PT Link Net Tbk. Marlo Budiman menambahkan, ekspansi yang dilakukan tidak berhenti sampai di lima kota tersebut, pada 2020 Link Net akan memperluas jaringan lagi dengan menyasar 4-5 kota baru. 

Lebih lanjut, Marlo menuturkan pihaknya juga terus berupaya memfasilitasi pelanggan dengan konten-konten tayangan pilihan yang disediakan juga dalam bentuk aplikasi. 

Hingga saat ini Link Net telah berkerja sama dengan HOOQ, BeinSport, HBO Go, dan beberapa saluran TV channel lainnya yang memiliki layanan OTT—termasuk rencana kerja sama dengan Netflix pada 2020.

Dia mengatakan, kerja sama tersebut untuk mendukung kegiatan para pelanggan yang memiliki mobilitas tinggi dan memerlukan fleksibilitas. 

Marlo juga berpendapat bahwa kehadiran aplikasi dan fleksibelitas sudah menjadi tren saat ini sehingga perusahaan perlu menyesuaikan dengan tren tersebut. 

“Jadi ibaratnya kami ingin jadi one stop entertainment solution. Pelanggan tidak perlu melirik ke lain hati, lirik saja First Media. Kami tidak bisa melawan tren,” kata Marlo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
link net

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top