DOMPET DIGITAL: Dana & LinkAja Adu Strategi Gaet Pelanggan

Rahmad Fauzan
Selasa, 16 Juli 2019 | 11:08 WIB
Pengunjung melakukan transaksi menggunakan layanan keuangan berbasis elektronik LinkAja saat peluncuran di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (30/6/2019)./ANTARA FOTO-Aprillio Akbar
Pengunjung melakukan transaksi menggunakan layanan keuangan berbasis elektronik LinkAja saat peluncuran di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (30/6/2019)./ANTARA FOTO-Aprillio Akbar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Dua perusahaan layanan pembayaran berbasis digital, yakni Dana dan LinkAja, siap beradu strategi dalam rangka menambah jumlah pelanggan.

Kedua perusahaan tersebut, telah menyiapkan strategi masing-masing, di mana Dana memilih strategi promosi, sedangkan LinkAja memasang strategi kolaborasi.

Chief Communication Officer DANA, Chrisma Albandjar, mengatakan promosi adalah satu satu strategi perusahaan untuk menarik orang agar mau menggunakan layanan-layanan yang disediakan, dengan demikian perusahaan juga dapat membiasakan konsumen dengan produk layanannya.

DANA sendiri, lanjut Chrisma, mengadakan promosi normalnya tiga kali dalam satu pekan untuk berbagai macam layanan, mulai dari layanan untuk pembelian makanan, membayar tagihan, sampai dengan pemberian voucher kepada pengguna yang mengintegrasikan kartu kredit atau debit ke dalam platform dana.

"Jadi, memang kita berikan kesempatan kepada pengguna untuk dapat melakukan pembayaran digital melalui berbagai macam fitur," ujarnya di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Adapun, sepanjang kuartal I/2019, jumlah total pengguna Dana mencapai 15 juta orang dengan jumlah transaksi mencapai 1,5 juta transaksi per hari, di mana sebagian besar pengguna platform Dana menggunakan layanan berkelas premium.

Menurutnya, terdapat dua faktor pendorong banyaknya pengguna Dana yang menggunakan layanan premium. 

Pertama, dengan layanan premium, fitur Dana yang bisa digunakan jumlahnya lebih banyak.

Kedua, layanan premium sebuah platform merupakan salah satu yang memudahkan lembaga perbankan seperti Bank Indonesia untuk melakukan pengawasan terhadap pengguna.

Dari segi jumlah, pengguna yang menggunakan layanan premium Dana pada saat ini sudah berjumlah ratusan ribu.

Dana sendiri memiliki dua target utama, yakni membangun masyarakat Indonesia yang cashless dan ketercakupan finansial yang dikatakan mendorong pengguna untuk dapat memanfaatkan kelebihan-kelebihan uang yang dimiliki.

Di sisi lain, Dhenu Wiarsandi, Product Development Group Head PT Finarya (LinkAja), mengatakan perusahaan tidak akan menggunakan promosi sebagai strategi bisnisnya, melainkan lebih fokus kepada use case yang sesuai.

Lebih jauh, Dhenu mengatakan dalam menjalankan fokus tersebut LinkAja akan memanfaatkan sektor transportasi yng  ang merupakan bagian dari Badan Usaha Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan, moda raya terpadu (MRT) dikatakan telah masuk ke dalam road map LinkAja.

"MRT mungkin masuk ke dalam road map kami, dan sejauh ini masih sedang dipelajari."

Dhenu menambahkan, untuk beberapa fasilitas transportasi seperti jalan tol dan commuter line, pihak LinkAja telah mengadakan beberapa pertemuan untuk membahas masalah kolaborasi.

Bahkan, salah satu layanan LinkAja, yakni RFID, di mana perusahaan bekerja sama dengan PT Jasa Marga, sudah diuji coba di 20 gerbang tol di Bali dan Jakarta.

Terkait dengan layanan RFID, LinkAja mengaku bahwa saat ini perusahaan tengah mencari solusi yang paling efisien guna mengakomodir kebutuhan pengguna jalan tol.

Selain itu, LinkAja juga bekerja sama dengan salah satu perusahaan transportasi berbasis digital terbesar di Indonesia, yakni Gojek. Meski enggan bercerita banyak mengenai layanan tersebut, tetapi Dheno mengatakan dalam waktu dekat layanan hasil kolaborasi antara LinkAja dan Gojek akan teraplikasikan dalam waktu dekat.

Terkait dengan pendekatan yang dilakukan dalam berkolabirasi dengan layanan transportasi publik, LinkAja berharap strategi tersebut dapat tetap menambah jumlah penggunanya sekali pun program promosi telah berakhir.

Ke depannya, dengan cukup yakin Chrisma menargetkan seluruh masyarakat Indonesia menggunakan layanan pembayaran digital.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmad Fauzan
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper