Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemain IoT Berlomba Rebut Sektor Transportasi & Logistik

Sektor transportasi dan logistik dipandang sebagai pasar potensial oleh operator seluler dalam mengembangkan bisnis Internet of things (IoT).
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  01:33 WIB
Ilustrasi aktivitas bisnis logistik, - Reuters/Jason Lee
Ilustrasi aktivitas bisnis logistik, - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com,  JAKARTA – Sektor transportasi dan logistik dipandang sebagai pasar potensial oleh operator seluler dalam mengembangkan bisnis Internet of things (IoT).

Operator berlomba memberikan solusi terhadap permasalahaan pengelolaan armada transportasi dan logistik.

Berdasarkan data Asosiasi IoT Indonesia diperkirakan pada 2022 terdapat 400 juta perangkat sensor IoT yang akan terpasang di berbagai sektor. Sekitar 7% dari  perangkat tersebut atau sebanyak 28 juta diperkirakan akan terpasang di sektor transportasi dan logistik.

Adapun sektor lain yang diperkirakan merasakan manfaat IoT di Indonesia adalah manukfaktur, kesehatan, asuransi, ritel, komputasi, pemerintahan, transportasi, utilitas, perumahan, dan agrikultur.

Asosiasi IoT Indonesia juga memperkirakan pada pangsa pasar IoT di Tanah Air diprediksi mencapai Rp444 triliun pada 2022. Perinciannya, konten dan aplikasi senilai Rp192,1 triliun, platform Rp156,8 triliun, perangkat IoT Rp56 triliun, dan network Rp39,1 triliun.

Budiharto, SVP-Head of ICT Product & Solution PT Indosat Tbk, mengatakan berdasarkan data International Data Corporation, pasar IoT di sektor logistik dan transportasi mencapai Rp1,6 trilliun.

Indosat Ooredoo, sambungnya, berkomitmen untuk berkontribusi memberikan solusi-solusi IoT untuk mendukung pertumbuhan bisnis di sektor ini lewat Nextfleet dan connected car.

Nextfleet adalah aplikasi mobile dan perangkat IoT untuk membantu optimalisasi operasional bisnis transportasi dan logistik sehingga lebih produktif dan efisien.

“Nextfleet hadir dengan solusi-solusi baru yang diharapkan dapat menjawab tantangan pengelolaan armada di berbagai sektor industri mulai dari ritel, transportasi, logistik, mining, manufaktur, dan agrikultur,” kata Budiharto kepada Bisnis pada Kamis (20/6/2019).

Dia mengatakan IoT yang dikembangkan sejak 2017 tersebut, telah merambah bisnis logistik seperti pelacakan transit kargo, cold chain-monitoring, ready-mix fleet management, dan mobile waste-management.

Sementara itu, Head Internet of Things PT XL Axiata Tbk. Brian Cakra mengatakan perseroan telah mengembangkan perangkat IoT bernama Fleetech di sektor logistik dan transportasi .

Dia mengatakan bisnis logistik merupakan bisnis krusial. Tantangan dalam memasarkan perangkat IoT di sektor logistik, lanjutnya, adalah menentukan harga yang tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan klien.

“Soal harga memang agak sensitive. Logistik itu dunia yang sudah advance, bisnis logisitik punya banyak kebutuhan,” kata Brian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi internet logistik
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top