USV Maxlimer, Kapal tanpa Awak Pertama yang akan Jelajahi Laut Atlantik

Persiapan akhir sedang berlangsung untuk peluncuran kapal sepanjang 12 meter yang akan berangkat dari Kanada dan bakal menyeberang transatlantik tanpa awak. Ini menjadi misi pertama sebuah kapal nirawak melintasi Laut Atlantik.
USV Maxlimer, Kapal tanpa Awak Pertama yang akan Jelajahi Laut Atlantik
Syaiful Millah - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  05:45 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA – Persiapan akhir sedang berlangsung untuk peluncuran kapal sepanjang 12 meter yang akan berangkat dari Kanada dan bakal menyeberang transatlantik tanpa awak. Ini menjadi misi pertama sebuah kapal nirawak melintasi Laut Atlantik.

Kapal tersebut adalah USV Maxlimer yang saat ini tengah menuju pantai selatan Inggris untuk uji coba melakukan survei laut dalam, dengan dipandu oleh seorang kapten di stasiun kontrol Inggris. Perjalanan survey itu diperkirakan memakan waktu sekitar 35 hari.

USV Maxlimer dibangun oleh Sea Kit International yang merupakan perusahaan pengembang kapan untuk industri maritime dan penelitian. Dibangung untuk Shell Ocean Discovery XPRIZE, sebuah kompetisi survei dasar luat secara otonom.

Kapal itu dapat meluncur dan memulihkan kendaraan secara otonom, sekaligus memiliki potensi untuk beroperasi dalam peran yang berbeda dengan setting yang berbeda pula.

“Kapal ini hampir seperti kendaraan pickup utilitas laut. Kuat, mudah beradaptasi, dan punya jangkauan yang besar,” kata Ben Simpson, Direktur Pelaksana Sea Kit International seperti dikutip Reuters, Kamis (23/5/2019).

Dikatakan otonom, maksudnya kapal dioperasikan oleh remote control genggam ketika di pelabuhan dan beroperasi berdasarkan data langsung ke pengontrol melalui beberapa tautan satelit ketika telah lepas landas ke laut lepas.

Perusahaan mengatakan bahwa mereka melihat petensi dari kapal nirawak di masa depan. Pasalnya, kapal tersebut dapat menghindarkan manusia dari bahaya, seperti yang dilakukan oleh kapal selam konvensional pada umumnya.

Selain itu, melalui sistem otonom, kapal juga tidak perlu mengakomodasi orang untuk operasional lainnya dan memiliki manfaat ekonomi dan lingkungan yang signifikan.

Misalnya saja, dengan sistem itu kapal tidak membutuhkan ruang lebih luas untuk dapur dan gudang penyimpanan yang ditujukan bagi keberadaan manusia. Kapal juga tidak membutuhkan persediaan air bersih atau air conditioner (AC).

“Kombinasi ukuran dan tenaga diesel listrik hybrid dari sistem ini, juga mengurangi penggunaan bahan bakar sekitar 95%,” kata perusahaan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kapal

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top