Huawei Dorong Sinergi Industri untuk Percepat Komersialisasi 5G

Vice President Huawei 5G Product Line, Gan Bin, dalam sebuah sesi pemaparan di Huawei Global Analyst Summit 2019, mengatakan dengan perkembangan 5G yang lebih cepat dari perkiraaan semula, Huawei siap untuk bersinergi dengan industri dalam menyambut implementasi jaringan komersil 5G berskala besar.
Leo Dwi Jatmiko | 19 April 2019 02:10 WIB
William Xu, Director of the Board and President of the Institute of Strategic Reasearch of Huawei - Huawei

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan global penyedia infrastruktur telekomunikasi dan perangkat cerdas Huawei mendorong sinergi industri guna mempercepat proses implementasi jaringan teknologi generasi kelima (5G) yang bersifat komersial.

Vice President Huawei 5G Product Line, Gan Bin, dalam sebuah sesi pemaparan di Huawei Global Analyst Summit 2019, mengatakan  dengan perkembangan 5G yang lebih cepat dari perkiraaan semula, Huawei siap untuk bersinergi dengan industri dalam menyambut implementasi jaringan komersil 5G berskala besar.

Bin melanjutkan kesiapan ekosistem pendukung teknologi 5G dapat terlihat dari rampungnya standar 3GPP R15. Tantangan selanjutnya adalah alokasi spektrum 5G karena lebih dari 50 negara di dunia akan mengumumkan spektrum untuk 5G pada tahun 2019 ini.

“Pada tahun 2019, 60 jaringan 5G komersil akan digunakan secara global, vendor cip sudah merilis cip 5G secara komersil. Standarisasi, spectrum, jaringan dan cip yang lengkap menjadi pondasi yang kuat dalam penerapan 5G secara komersil,” kata Bin, dalam rilisnya, Kamis (19/4/2019).

Di samping itu, Bin memperkirakan terdapat 40 terminal dan ponsel 5G akan dirilis tahun ini. Huawei sendiri telah meluncurkan perangkat end-to-end untuk teknologi 5G seperti cip Balong, ponsel 5G Huawei Mate X, beberapa perangkat CPE, serta infrastruktur pendukungnya.

Dalam gelaran HAS 2019, Huawei dan China Telecom juga mendemostrasikan panggilan video simultan dengan empat perangkat ponsel pintar 5G. Keempat perangkat tersebut berada di Shenzhen, Guangzhou dan Zhuhai. Hal itu menunjukkan bahwa gelaran jaringan 5G di Tiongkok semakin cepat.

Huawei telah membantu operator asal Korea Selatan, LG U+ untuk implementasi jaringan 5G komersial pertama di dunia dan menawarkan layanan berbasis 5G bagi pengguna.

Rangkaian lengkap produk dan solusi 5G Huawei, termasuk situs pemancar micro, pole site, dan pemancar dalam ruang, telah memenuhi persyaratan untuk gelaran jaringan 5G komersial di berbagai skenario. Massive MIMO (multi-antenna) adalah teknologi kunci untuk 5G. Multi-antena AAU 5G Huawei adalah yang terdepan dalam industri ini.

“Dual 200” (daya 200W, bandwidth spektrum 200MHz) AAU satu tahun lebih maju dari industri, solusi ini tidak hanya dapat menyelesaikan masalah diskontinuitas spektrum operator, tetapi juga mendukung evolusi spektrum lebih dari 100 MHz menjadi 5G di masa mendatang. Selain itu, teknologi ini mendukung mode modul 4/5G sehingga operator 4 / 5G dapat dibangun dalam satu langkah yang menguntungkan kedua jaringan. China Mobile telah menggunakan produk Huawei

5G AAU di Hangzhou, Shenzhen, dan Chengdu untuk membangun 2,6 GHz 4 / 5G jaringan mode ganda. Multi-antena AAU Huawei mudah dalam pemasangan dan pemeliharaan, mempersingkat masa konstruksi satu lokasi (35%), dan membantu operator membangun jaringan dengan cepat.

Berkat terobosan dalam teknologi inovatif, konsumsi daya BTS Huawei 5G hampir sama dengan jaringan 4G. Kapasitas 5G yang lebih tinggi mengarah pada peningkatan efisiensi energi bit yang signifikan.

Huawei telah bekerja sama dengan operator-operator di Guangzhou dan Shenzhen untuk keberhasilan verifikasi jaringan 5G dengan standar arsitektur NSA (non-stand alone) dan SA (stand-alone).

NSA atau SA tidak lagi menjadi dilema bagi operator dan bahkan untuk jaringan 5G yang sama, kedua arsitektur mampu selaras. Di masa depan, BTS NSA dapat ditingkatkan ke SA dengan mulus melalui pemutakhiran perangkat lunak (software).   

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
huawei

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup