Indonesia Pasar Penting, OneConnect Siap Investasi US$10 Juta

OneConnect siap investasi US$10 juta untuk kembangkan bisnisnya dan menilai Indonesia menjadi pasar penting di kawasan regional mengingat besarnya populasi dan ekonomi digital.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  21:14 WIB
Indonesia Pasar Penting, OneConnect Siap Investasi US$10 Juta
CEO OneConnect Financial Technology Tan Bin Ru (kedua kiri), General Manager One Connect Hannah Qiu (kedua kanan), Direktur Utama PT OneConnect Financial Technology Indonesia Hendra Tan (kedua kanan) saat peluncuran OneConnect di Indonesia, Rabu (20/02). - Bisnis/Deandra Syarizka

Bisnis.com, JAKARTA-- PT One Connect Financial Technology Indonesia (OneConnect), anak perusahaan teknologi finansial dari Grup Ping An asal China, siap mengalokasikan investasi hingga lebih dari US$ 10 juta untuk mengembangkan bisnisnya di Tanah Air.

CEO OneConnect Financial Technology Tan Bin Ru menyatakan, ekspansi perusahaan ke Asia Tenggara dimulai dengan pembukaan kantornya di Singapura pada Maret tahun lalu. Meski demikian, dia menilai Indonesia menjadi pasar penting bagi OneConnect di regional tersebut.

“Kita mulai dengan 100 staf di Singapura dan 30 orang di Indonesia. Di Singapura investasi kami sekitar US$10 juta , dan kami meyakini investasi di Indonesia akan lebih dari itu,” ujarnya saat peluncuran OneConnect, Rabu (20/02).

Dia menjelaskan, besarnya populasi Indonesia dan  ekonomi digital merupakan dua alasan utama ekspansinya. Dia menyebut Indonesia saat ini menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi berbasis internet terbesar dan tercepat di Asia Tenggara dengan pencapaian sekitar US$27 miliar di tahun 2018.

Kendati memiliki potensi yang besar, dia menyebut industri teknologi finansial Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Institusi finansial besar masih mencari cara untuk mengembangkan kemampuan teknologi mereka secara cepat, sementara institusi finansial kecil mengalami kesulitan pendanaan.

Di China, dia menyebut perusahaannya memanfaatkan lingkungan mobile-first untuk mencapai tingkat adopsi konsumen yang tinggi dan meningkatkan akses finansial kepada masyarakat yang masuk kategori underbanked dan unbanked.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan bank dan institusi finansial lokal untuk meniru kesuksesan kami di sana. Kami memiliki visi yang sama dengan pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam tahun operasional pertamanya di Indonesia manajemen OneConnect tidak memiliki target keuntungan tertentu. Menurutnya, perusahaan masih akan fokus untuk memperkenalkan beragam inovasi teknologi yang ditawarkan.

General Manager OneConnect Hannah Qiu menjelaskan, hingga kini pihaknya telah melayani total 441 bank, 42 perusahaan asuransi, 103 perusahaan investasi dan 2.448 perusahaan lainnya. Dengan kata lain, mayoritas atau sebanyak 89% konsumennya merupakan bank, 12% perusahaan asuransi dan 30% perusahaan investasi.

“Di China kami menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat kerja lebih efisien,” ujarnya.

Direktur Utama PT OneConnect Financial Technology Indonesia Hendra Tan menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menggunakan pusat data di Indonesia. Sejalan dengan itu, dia mengaku saat ini tengah memilih mitra bisnis untuk menyediakan fasilitas itu.

“Untuk data partner kita lagi diskusi, ada beberapa yang sedang menurut kami cukup baik, tetapi belum kami putuskan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
digital, fintech, ekonomi digital

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top