Sejarah 10 Tahun Android: Marshmallow Hingga Pie

Bila ponsel Anda diproduksi dalam 3 tahun terakhir, peranti tersebut paling tidak sudah menjalankan Android 6.0 (Marshmallow).
Gombang Nan Cengka | 30 Oktober 2018 11:23 WIB
Aplikasi mobile - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Tepat September lalu, sistem operasi Android sudah genap berumur 10 tahun. Kini, sistem operasi yang diusung Google tersebut sudah tidak asing lagi buat kita semua, dan Android mendominasi pasar ponsel pintar.

Bila ponsel Anda diproduksi dalam 3 tahun terakhir, peranti tersebut paling tidak sudah menjalankan Android 6.0 (Marshmallow).

Sejak Marshmallow diluncurkan pertama kali pada 2015, sudah banyak perubahan yang ditanamkan Google dalam produk sistem operasi ponselnya itu. Mari kita lihat perkembangannya.

Marshmallow

Oktober 2015

Sejak Android 6.0 (Marshmallow), yang resmi dirilis pada Oktober 2015, Google memberi perhatian khusus terhadap usaha penghematan konsumsi baterai. Pada Marshmallow, Google memperkenalkan dua fitur baru untuk keperluan ini: Doze dan App Standby.

Bila Android mendeteksi bahwa peranti tidak digunakan dalam waktu lama (layar mati dan peranti tidak bergerak), sistem bisa masuk dalam mode Doze.

Dalam mode ini, Android akan membatasi akses aplikasi terhadap berbagai perangkat keras seperti prosesor dan jaringan. App Standby pada dasarnya serupa, hanya saja di sini pembatasan dilakukan terhadap aplikasi tertentu, bukan terhadap sistem secara keseluruhan.

Pada versi ini, Google juga memperkenalkan dukungan terhadap porta USB Type C, dan untuk pertama kalinya memberikan dukungan terhadap pembaca sidik jari.

 

Nougat

(Agustus 2016)

Google terus meningkatkan usaha penghematan baterai pada Android 7.0 (Nougat). Namun, perbaikan pada versi Android yang diluncurkan Agustus 2016 ini tidak terbatas pada baterai.

Google memperkenalkan peningkatan terhadap kompilator aplikasi yang memungkinkan pemasangan yang lebih cepat (sampai 75%) dan ukuran aplikasi yang lebih kompak (sampai 50%), selain eksekusi yang lebih cepat.

Pada Nougat juga, Google menyertakan platform realitas virtual (Daydream), penghematan data (Data Saver), serta dukungan yang lebih baik untuk tampilan multijendela (Multiwindow). Yang terakhir ini diperlukan untuk multitugas lebih baik pada peranti dengan layar lebar, seperti phablet dan komputer tablet.

Untuk pertama kalinya juga, Google memperkenalkan dukungan terhadap teknologi grafis baru Vulkan, yang diharapkan akan menggantikan OpenGL pada Android.

Oreo

(Agustus 2017)

Pada Android 8.0 (Oreo) Google meluncurkan secara resmi Project Treble, inisiatif yang diharapkan dapat membantu pembuat perangkat Android untuk memperbarui sistem operasi yang tertanam di dalamnya. Dengan Project Treble, arsitektur Android dibuat lebih modular.

Google juga melanjutkan dukungan terhadap penggunaan banyak aplikasi sekaligus dengan fitur Picture in Picture. Fitur serupa sebenarnya sudah diperkenalkan pada Nougat, tetapi hanya pada Android TV.

Untuk pertama kalinya Android menyertakan dukungan terhadap kecerdasan buatan (neural network API).

Android Go, versi Android yang ditujukan untuk peranti dengan keterbatasan spesifikasi, diluncurkan bersamaan dengan Android 8.1.

Pie

(Agustus 2018)

Android 9.0 (Pie) resmi dirilis pada Agustus 2018. Seperti sebelumnya, Google terus mencari cara untuk menghemat baterai. Fitur baru yang diperkenalkan pada Android 9.0 (Pie) untuk keperluan ini adalah adaptive battery, yang menggunakan pembelajaran mesin untuk meramalkan kapan suatu aplikasi tidak digunakan. Android akan “membekukan” aplikasi pada saat-saat tertentu.

Pada Android Pie, Google secara resmi mengintegrasikan dukungan untuk fitur kamera ganda, yang sebelumnya sudah diperkenalkan pada beberapa model ponsel Android unggulan. Pembuat ponsel akan lebih mudah memberikan dukungan terhadap fitur tersebut dari sisi perangkat lunak.

Tag : android
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top