Setelan Kamera Smartphone yang Pas untuk Mengambil Foto Sunset

Jika cahaya semakin minim, pengguna dapat menaikkan kecepatan rana atau shutter speed pelan-pelan hingga mendapatkan komposisi yang diinginkan.
Dhiany Nadya Utami | 22 Oktober 2018 13:33 WIB
Foto pemandangan jelang matahari tenggelam menggunakan kamera Samsung Galaxy Note 9 - Bisnis/Dhiany Nadya Utami

Bisnis.com, BINTAN — Mengambil momen saat kondisi cahaya minim kerap menyulitkan para pengguna kamera ponsel meski telah tersedia mode Malam pada setelan bawaan kamera. Fitur Pro bisa menjadi jawaban untuk mengambil gambar idaman dengan maksimal meski cahaya tak memadai.

Sebagai fotografer dan videografer, Kay Moreno menilai sebenarnya saat ini kemampuan kamera telah dapat melakukan beberapa hal-hal yang dahulu hanya bisa dilakukan menggunakan kamera biasa salah satunya karena adanya fitur Pro atau profesional.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengatur sendiri elemen-elemen fotografi sesuai selera dan kebutuhan pengguna. Contohnya, mengatur besar bukaan kamera atau aperture, ISO, white balance, hingga mengatur fokus secara manual.

Berkat kemampuan tersebut, kini mengambil foto dalam kondisi minim cahaya bukan hal yang sulit karena pengguna kamera ponsel dapat mengatur setelan kamera secara mandiri dan tak hanya menyesuaikan mode otomatis yang begitu-begitu saja.

Dia mencontohkan pengaturan kamera untuk mengambil gambar saat momentum matahari tenggelam. Meskipun kondisi langit terkesan biasa saja, pengaturan yang tepat dapat membuat hasil foto menjadi lebih indah.

“Pertama, tentu kita harus masuk ke mode Pro ya. Supaya bisa kita atur sendiri ISO dan white balance-nya,” katanya saat memandu Samsung Galaxy Note 9 dan Galaxy Watch Workshop di Bintan, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

Kay menyarankan pengguna untuk memilih filter Vivid atau jelas/tajam agar mendapatkan tone warna yang kuat. Selanjutnya atur ISO di angka serendah mungkin, bahkan jika memungkinkan, simpan pengaturan di ISO 50.

“Kalau masih cukup cahaya, saya taruh F-nya [aperture/bukaan] di 2.4 selama masih cukup terang jadi saya [shutter] speed-nya bisa aman main di 350” tambahnya.

Jika cahaya semakin minim, pengguna dapat menaikkan kecepatan rana atau shutter speed pelan-pelan hingga mendapatkan komposisi yang diinginkan. Kay menyebut kecepatannya dapat diturunkan perlahan mulai dari 350 hingga 1/100.

Saat matahari semakin tenggelam dan kondisi lebih gelap lagi, giliran ISO yang harus turut berubah karena memotret sunset memang seperti berkejaran dengan waktu.

Menurut Kay, besaran ISO maksimum adalah di angka 400. Lebih dari itu, dia tidak merekomendasikannya karena setelan ISO di level tersebut memicu noise.

“Kalau saya sih main di 400 aja, jangan dipaksa sampai 800 . Kalau dipaksa juga ya enggak apa-apa, cuma sebisa mungkin ditahan di 400 [supaya] lebih baik kualitasnya,” tambah Kay.

Keseimbangan warna juga dapat diatur lewat white balance. Untuk hasil foto sunset yang lebih dramatis, white balance dapat disetel hingga di kisaran angka 8.000. Nantinya gambar akan menampilkan citra langit yang jingga kemerahaan.

Hal lain yang juga mesti diperhatikan, tuturnya, adalah keberadaan objek dalam frame gambar yang akan diambil. Jika gambar yang dibidik tak memiliki unsur manusia, maka pengguna bebas mengeksplorasi setelan sesuai selera.  

Sebaliknya, jika ada objek manusia maka perlu diperhatikan tone gambarnya, jangan sampai warna kulit objek menjadi aneh dan tidak natural. Hal tersebut dapat diakali saat mengatur white balance, setelannya dapat diturunkan hingga rona kulit terlihat normal.

“Kalau selama pemandangan saja aman-aman aja enggak ada muka orang, langit yang biru bisa dijadikan merah engga apa-apa, menjadi problem ketika ada orang, orangnya warna kulitnya mateng, kita mesti ambil tengahnya, jadi turunin sedikit lah, mukanya enggak terlalu kebakaran,” terang Kay. 

Tag : fotografi
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top