Pasar PC Naik Tipis, Didorong Windows 10

Berdasarkan data firma riset Gartner, pengapalan PC ke seluruh dunia pada kuartal III/2018 mencapai total 67,2 juta unit atau naik 0,1% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dhiany Nadya Utami | 16 Oktober 2018 14:17 WIB
Seorang petugas membersihkan ruang laboratorium komputer yang akan digunakan siswa untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 68, Jakarta, Jumat (7/4). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pengapalan komputer personal (personal computer/PC) secara global mengalami pertumbuhan yang datar sepanjang kuartal III/2018. Pasar telah stagnan dalam dua kuartal terakhir.

Berdasarkan data firma riset Gartner, pengapalan PC ke seluruh dunia pada kuartal III/2018 mencapai total 67,2 juta unit atau naik 0,1% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada kuartal II/2018, pasar PC global mencatatkan pertumbuhan 1,4% dibandingkan dengan Q2/2017.

Pertumbuhan tipis tersebut disokong oleh pasar Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Asia Pasifik, serta Jepang sedangkan pengapalan ke Amerika Serikat dan Amerika Latin menurun. Amerika Latin mencatatkan penurunan paling curam yakni 8,5%, padahal beberapa kuartal sebelumnya pasar tersebut menunjukkan stabilitas yang baik.

Pricipal Analyst Gartner Mikako Kitagawa mengatakan pasar PC saat ini didorong oleh permintaan dari sektor perusahaan (B2B) yang stabil akibat adanya peningkatan pergantian perangkat keras ke PC yang mendukung sistem operasi Windows 10.

“Kami berharap siklus peningkatan Windows 10 akan berlanjut hingga 2020 pada saat mana permintaan peningkatan akan berkurang,” kata Kitagawa seperti dikutip Bisnis dari laman resmi Gartner, Senin (15/10/2018).  

Adapun untuk pasar konsumen atau B2C, Kitagawa menyebut biasanya kuartal ketiga menjadi periode dengan permintaan PC konsumen paling tinggi karena bertepatan dengan musim tahun ajaran baru anak sekolah. Sayangnya, kali ini sektor konsumer terus melemah sehingga menutupi penjualan yang kuat di pasar B2B.

Selain itu, Kitagawa menambahkan, meskipun kondisi sepanjang Q3 tidak memberikan dampak materiel yang signifikan, kurangnya pasokan CPU Intel dapat mempengaruhi pasar PC dalam hal kenaikan harga dan lanskap vendor. Namun, dia memprediksi dampaknya hanya sementara dan tidak akan berkepanjangan.

Lebih lanjut mereka memperkirakan minimnya pasokan CPU Intel masih akan berlanjut hingga 2019. Intel tampaknya akan lebih memprioritaskan pasokan CPU high-end dan CPU untuk perangkat PC di sektor B2B.

“Di saat bersamaan, AMD akan mengambil ceruk dari permintaan pasar yang tidak mampu dipenuhi Intel,” tambahnya.

Dari sisi vendor, Lenovo mengamankan posisi teratas sebagai vendor dengan pengapalan terbanyak dan menguasai 23,6% pangsa pasar. Pabrikan asal China tersebut mengalami pertumbuhan 10,7% sepanjang Q3/2018, salah satunya disokong oleh usaha patungan mereka dengan Fujitsu.

Sementara itu HP Inc. harus rela turun ke posisi kedua dengan kue pasar 21,8%. Meskipun demikian, HP mencatat pertumbuhan pengiriman tahun ke tahun keempat berturut-turut dengan pertumbuhan 6,2%. HP menunjukkan pertumbuhan pengiriman desktop yang kuat, yang mengindikasikan permintaan yang kuat di antara pembeli korporat.

Kemudian pada penguasa pasar selanjutnya berturut-turut adalah Dell (16,0%), Apple (7,3%), Acer Group (6,1%), Asus (6,0%), dan sisa 19,2% diperebutkan vendor-vendor lainnya. Di antara vendor 6 besar tersebut Asus mencatatkan tren paling buruk yakni -15,9% dibandingkan dengan kuartal III/2017.

Tag : komputer
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top