Membangun Server Komputer di Rumah dengan Synology DiskStation

NAS bisa diakses peranti lain yang berada di dalam jaringan lokal yang sama, atau bahkan dari luar (via internet).
Gombang Nan Cengka | 03 September 2018 16:11 WIB
Synology DiskStation DS218j - Synology.com

Bisnis.com, JAKARTA — Perangkat penghala (router) Wi-Fi umumnya sebatas dimanfaatkan sebagai sumber sambungan nirkabel ke jaringan internet di rumah dan di kantor. Namun, sebetulnya fungsi penghala Wi-Fi bukan hanya itu.

Kita bisa saja memanfaatkan penghala Wi-Fi ini untuk membentuk jaringan lokal dan terhubung dengan peladen (server) pribadi. Salah satu peranti yang bisa dipasang di jaringan lokal ini adalah NAS (network attached storage) seperti Synology DiskStation DS218j.

Seperti namanya, NAS dimaksud sebagai peranti penyimpanan yang terhubung langsung dengan jaringan komputer. NAS bisa diakses peranti lain yang berada di dalam jaringan lokal yang sama, atau bahkan dari luar (via internet). NAS tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan data, tetapi juga sebagai peladen yang menyuguhkan berbagai konten dari berkas yang tersimpan di sana.

DiskStation DS218j adalah peladen berukuran mungil, sehingga dapat dengan mudah ditempatkan di mana saja. Meskipun saya lebih suka menyembunyikan peladen ini, desainnya cukup menarik untuk dipamerkan di ruang tamu.

Dengan pengetahuan teknis cukup kita sebenarnya bisa saja merakit sendiri peladen dengan kemampuan serupa atau malah lebih baik, tetapi rasanya cukup susah menemukan selubung dan desain yang mungil seperti DiskStation DS218j.

Pemasangan

Memasang peladen, kendati cuma peladen sederhana seperti Synology DiskStation DS218j, mungkin terpikir akan rumit. Namun, menurut saya, prosesnya sebetulnya cukup mudah.

Sebagai NAS, DiskStation DS218j tidak dilengkapi dengan layar monitor dan papan tik. Pengaturan dan pemasangan  harus dilakukan dari komputer lain. Peranti ini harus dipasang dengan menghubungkannya lewat kabel ethernet ke penghala Anda. Pengaturan kemudian dapat dilakukan dari komputer mana pun yang terhubung dengan jaringan lokal (LAN) yang sama dengan Synology DiskStation DS218j.

Buka http://find.synology.com di peramban, yang akan otomatis mencari alamat IP DiskStation DS218j dan membukanya. Bila ini tidak berhasil, Anda mungkin harus mengunduh Synology Assistant dari laman web resmi Synology.

Ini akan menemukan perangkat Synology untuk pemasangan lebih lanjut. Pengendalian dan pemasangan perangkat Synology selanjutnya bisa dilakukan lewat peramban web.

Bila DiskStation DS218j sebelumya belum pernah digunakan, Anda akan diminta untuk melakukan instalasi pertama kali. Instalasi ini akan menghapus data yang sebelumnya tersimpan di cakram keras. Anda akan diminta untuk membuat akun.

Setelah selesai Synology juga akan meminta  untuk memperbarui sistem operasi ke versi terbaru.

Berbagai aplikasi

Synology ini dipromosikan sebagai peranti untuk keperluan pribadi, tetapi terdapat beberapa paket yang memungkinkan peranti ini digunakan untuk keperluan bisnis kecil. Sebagai contoh, aplikasi Mail Server tersedia untuk menjadikan ini sebagai peladen surat elektronik, web station untuk web hosting, dan Office untuk aplikasi kantoran berbasis web. Aplikasi kantoran ini antara lain pengolah kata, lembatang sebar (spreadsheet), dan presentasi.

Meskipun begitu, saya di sini hanya menguji lebih jauh aplikasi untuk keperluan pribadi dan rumahan.

Setelah dipasang, Synology menyediakan beberapa aplikasi yang sudah terinstal langsung dan dapat digunakan. Aplikasi ini bisa diakses lewat antarmuka web, aplikasi komputer/ponsel, atau peranti lain seperti sistem stereo, televisi, dan konsol permainan. Namunm di sini saya terutama mengetes Synology menggunakan aplikasi web.

Beberapa aplikasi terpasang ini adalah Audio Station (yang memungkinkan streaming musik), Video Station (streaming video), File Station (penyedia berkas), dan Moments (penyedia foto), Download Station (pengunduh berkas).

Namun sebenarnya banyak pilihan aplikasi lain yang bisa dipasang. Sebagai contoh, pengguna bisa memasang PDF Viewer untuk meninjau berkas PDF langsung dari antarmuka web tanpa harus mengunduhnya terlebih dahulu. Saya juga memasang aplikasi kalender yang bisa digunakan sebagai pengganti aplikasi Google Calendar.

Salah satu penggunaan awal NAS adalah untuk berbagi berkas agar lebih mudah diakses sesama pengguna LAN. Ada berbagai cara untuk mengakses berkas. Berkas tersedia lewat protokol SMB (Windows) atau APFS (Apple). Dengan cara ini Anda bisa mengakses isi NAS tersebut lewat aplikasi pengelola berkas (file manager) di komputer atau mengunggahnya ke peladen tersebut. Tersedia juga pilihan untuk mengakses lewat antarmuka web menggunakan aplikasi File Station.

Untuk mengunduh berkas dari internet Anda bisa menggunakan aplikasi Download Station. Tergantung setelan, berkas ini kemudian bisa diakses oleh siapa pun yang memiliki akses ke DiskStation.

Anda bisa menjadwalkan pengunduhan berkas, dan setelah selesai berkas tersebut bisa diakses baik lewat  File Station ataupun lewat aplikasi lain (seperti streaming video dan audio).

Bila Anda mengunggah berkas video ke  aplikasi misalnya menampilkan secara otomatis video yang tersimpan di dalam DiskStation. Synology bisa menampung beberapa format populer yang saya gunakan, seperti MP4 dan MKV.  Namun, tidak semua format bisa dibaca: sebagai contoh, aplikasi ini tidak bisa streaming video XVID yang saya unggah.

Aplikasi ini mendukung fitur seperti daftar pemutaran (playlist) dan auto resume. Aplikasi ini juga menampilkan informasi seperti ringkasan cerita film, daftar aktor dan aktris, sutradara, dan poster film.

Bagaimana bila Anda ingin mendengarkan musik? Tersedia aplikasi Audio Station. Aplikasi ini berfungsi seperti Video Station, tetapi untuk musik. Unduh atau unggah berkas ke DiskStation, dan Anda bisa mengaksesnya lewat aplikasi ini. Beberapa fungsi dasar tersedia, seperti playlist, pencarian musik, kategori berdasarkan penyanyi, genre, komposer, atau album.

Aplikasi Audio Station ini juga bisa digunakan untuk mengendalikan setelan untuk akses musik lewat peranti lain, seperti peranti yang mendukung protokol DNLA, atau koneksi ke peranti Amazon Alexa.

Bila antarmuka aplikasi Audio dan Video Station ini dirasakan terlalu rumit, Anda bisa mengaksesnya lewat peranti lain. Sebagai contoh, beberapa merek Smart TV bisa menampilkan streaming video dari DiskStation ini atau lewat aplikasi iTunes di Mac.

Synology DiskStation DS218j dipasarkan di kisaran harga Rp3,5 juta—Rp3,7 juta di Indonesia tidak termasuk HDD.

Tag : komputer, tips digital
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top