Papan Digital Samsung Flip Masuk Pasar Indonesia, Ini Spesifikasi & Harganya!

Samsung memperkenalkan perangkat elektronik terbarunya yakni Samsung Flip. Papan digital ini hadir sebagai pengganti flip chart konvensional yang biasa digunakan dalam rapat maupun diskusi grup.
Dhiany Nadya Utami | 21 April 2018 00:14 WIB
Head of Consumer Electronics Pre-Sales Samsung Electronics Indonesia Garibald (dari kanan) mendemonstrasikan penggunaan Samsung Flip Media bersama Head of Group Consumer Electronics Display Albert Susilo, dan Head of Consumer Electronics Profesional Display Yudhistira Pangaji di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Jumat (20/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Samsung memperkenalkan perangkat elektronik terbarunya yakni Samsung Flip. Papan digital ini hadir sebagai pengganti flip chart konvensional yang biasa digunakan dalam rapat maupun diskusi grup.

Head of Group Consumer Electronics Display Electronics Display Samsung Electronics Indonesia Albert Susilo mengatakan Samsung Flip merupakan hasil dari peningkatkan perpaduan papan digital dan analog yang digunakan untuk mempermudah kebutuhan meeting dengan gaya hidup saat ini.

Menurutnya, meski sekarang telah memasuki era serba digital, survei Samsung menunjukkan kebanyakan orang masih beranggapan alat-alat analog seperti flip chart dan papan tulis merupakan pilihan paling pas untuk digunakan saat berembuk ide.

Samsung kemudian mengakomodasi hal tersebut dengan menghadirkan Samsung Flip yang memungkinkan para penggunanya bekerja selayaknya menggunakan alat konvensional tetapi dengan sentuhan kekinian.

“Tidak ada lagi cerita kertas bekas rapat berantakan dan tangan kotor kena spidol. Ditambah, hasil rapat bisa disimpan dan dibagikan secara digital,” jelasnya saat peluncuran Samsung Flip di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Head of Consumer Electronics Profesional Display Samsung Electronics Indonesia Yudhistira Pangaji menambahkan, sasaran utama dari Samsung Flip antara lain industri digital agency, fashion atau butik, arsitektur dan coworking space.

“Dari desainnya Samsung Flip ini cocok dengan konsep open office yang sekarang sedang digemari,” tuturnya.

Secara bentuk, Samsung Flip tidak jauh berbeda dengan flip chart konvensional terdiri dari dua bagian utama yakni papan untuk menulis dan rangka penyangga. Samsung Slip lebih fleksibel karena dapat digunakan secara vertikal maupun horizontal. Rangkanya juga dilengkapi dengan roda agar mudah dipindahkan dan digunakan.

Yudhistira mengatakan Samsung Flip akan menyala otomatis saat penanya dicabut dari slot. Perangkat ini juga memiliki sensor khusus yang dapat mendeteksi ketika ada orang yang mendekati perangkat tersebut.

Sebagai alat untuk menulis, Samsung menyediakan pena kayu. Namun, menurut Yudhistira alat apa saja dapat digunakan untuk menulis di atas Samsung Flip, asalkan memiliki ukuran permukaan kurang dari 2mm untuk mode tulisan pena dan sekitar 5mm untuk mode highlighter.

“Untuk menulis pakai kuku juga bisa. Lalu, untuk menghapus butuh yang permukaannya lebih lebar seperti jari atau telapak tangan,” terangnya.

Untuk layarnya, Samsung Flip memiliki layar Ultra HD berukuran 55 inci dengan bezel cukup tebal. Bezel ini tak hanya sekadar batas tetapi berfungsi sebagai area “scroll’ untuk menggerakkan halaman ke atas dan ke bawah.

Selain itu, layar perangkat yang mengusung sistem operasi Tizen ini mengadopsi teknologi “in glass” yang membuat sensasi menulis di atas papan ini selayaknya menulis di atas kertas.

“Survei mengatakan orang-orang lebih suka ‘feel’ menulis di atas kertas,” katanya.

Samsung Flip memiliki fitur-fitur pendukung lainnya, salah satunya perangkat ini dapat terhubung pada berbagai perangkat elektronik lain seperti ponsel pintar dan laptop. Ketika disambungkan, maka apa yang ada pada tampilan ponsel atau laptop akan tampak pada Samsung Flip atau disebut dengan “mirroring”.

Pengguna dapat mengontrol langsung perangkat yang terhubung melalui layar Samsung Flip karena kedua perangkat secara otomatis tersinkronisasi. Proses sinkronisasi dapat terjadi dengan ataupun tanpa kabel. Bahkan, tersedia titik NFC yang untuk mempermudah koneksi.

Selain itu, rekaman data yang ada pada Samsung Flip dapat diekspor ke perangkat lain dengan mudah karena tersedia port USB. Berbagi data secara langsung juga dapat dilakukan melalui pengiriman via email. Untuk penyimpanan internal, Samsung Flip memiliki kapasitas sebesar 8 GB serta dilengkapi Samsung Knox untuk proteksi data.

Yudhistira mengatakan Samsung Flip mulai tersedia di pasar Indonesia per akhir April 2018 dan dijual dengan harga sekitar Rp52 juta.

Tag : samsung
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top