BSSN Butuh Anggaran Rp2 Triliun‎ Hadapi Ancaman Siber

Badan Siber dan Sandi Negara, BSSN, berencana mengajukan anggaran sebesar Rp2 triliun kepada Komisi I DPR. Dana tersebut dibutuhkan untuk mengamankan Indonesia dari ancaman siber.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 05 Januari 2018  |  18:13 WIB
BSSN Butuh Anggaran Rp2 Triliun‎ Hadapi Ancaman Siber
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Djoko Setiadi - Bisnis.com/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Siber dan Sandi Negara, BSSN, berencana mengajukan anggaran sebesar Rp2 triliun kepada Komisi I DPR. Dana tersebut dibutuhkan untuk mengamankan Indonesia dari ancaman siber.

Kepala BSSN Mayjen TNI Djoko Setiadi mengakui saat ini BSSN tidak punya anggaran untuk beroperasi mengamankan Indonesia dari ancaman siber yang terus meningkat di Tanah Air.

Menurutnya, anggaran sebesar Rp2 triliun tersebut dinilai sudah ideal untuk diajukan agar lembaga baru itu bisa segera beroperasi dan merekrut anak muda yang ahli pada bidang teknologi dan informasi.

"Saat ini kami sedang menyusun anggarannya. Mungkin yang akan kami ajukan ke Komisi I itu sekitar Rp2 triliun. Nanti diajukannya sekitar tanggal 16 Januari," tuturnya, Jumat (5/1/2018).

Dia memprediksi BSSN dapat beroperasi dengan maksimal pada awal 2019 setelah mendapatkan anggaran, menyelesaikan struktur organisasi, serta mengisi jabatan Sumber Daya Manusia (SDM) pada lembaga baru tersebut.

Menurut Djoko, BSSN nantinya akan dijadikan lembaga khusus untuk mengamankan berbagai transaksi elektronik di Indonesia.

"Kami masih menyelesaikan struktur organisasi dulu. Pokoknya BSSN ini nantinya akan mengamankan masyarakat dari sisi transaksi elektronik agar masyarakat lebih aman dan nyaman," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
badan siber dan sandi nasional (BSSN)

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top