Pangkas Biaya, LKPP Gandeng 4 Toko Online

Veronika Yasinta
Kamis, 26 Mei 2016 | 17:48 WIB
E-katalog sebagai sebuah langkah cerdas pemanfaatan infrastruktur teknologi. /Bisnis.com
E-katalog sebagai sebuah langkah cerdas pemanfaatan infrastruktur teknologi. /Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menggandeng empat marketplace atau lapak dagang online melalui penandatanganan Pakta Integritas dengan AnugrahPratama.com, Ayooklik.com, Bhinneka.com, dan Mbiz.co.id sebagai penanda bergabungnya mereka ke dalam sistem e-katalog LKPP.

Empat marketplace itu diharapkan mampu mengakselerasi katalogisasi produk yang akan dibeli oleh pemerintah. Pemanfataan e-katalog dapat memangkas waktu dan biaya belanja pemerinta, karena harga yang tercantum adalah harga yang terbaik dan sudah diverifikasi.

Kepala LKPP Agus Prabowo optimistis elektronik katalog akan menjadi instrumen baru dalam menciptakan keterbukaan dan persaingan bisnis yang sehat. Informasi harga yang tercantum dapat menjadi lebih terbuka.

“Hal ini merupakan peluang positif bagi penyedia untuk berpartisipasi dan terlibat dalam mendukung pembangunan. Apalagi, porsi belanja pengadaan pemerintah saat ini berkisar 40% dari total APBN,” katanya, di Jakarta, Kamis (26/5/2016).

 Pembelian barang/jasa secara langsung berhasil menyederhanakan proses pengadaan barang/jasa yang sebelumnya banyak memakan waktu dan tenaga. Selain itu, menumbuhkan persaingan yang sehat antar penyedia karena harga yang ditampilkan transparan dan bisa dilihat semua orang.

Bergabungnya empat e-commerce itu menambah jumlah produk dalam e-katalog menjadi 57.329 item. Ke depannya, LKPP berencana untuk terus memperbesar jumlah barang dan jasa tersebut agar dapat mengakomodir kebutuhan pemerintah yang beragam.

Sepanjang periode Januari-Mei 2016, tercatat 13.527 paket pengadaan dengan nilai transaksi lebih dari Rp 9 triliun dilakukan melalui e-purchasing. Angka ini dipercaya akan bertambah seiring dengan proses belanja pemerintah.  Total belanja pemerintah melalui e-purchasing tahun 2015 adalah Rp 31 triliun.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersedia mendukung pengembangan jaringan internet yang ditargetkan akan menjangkau seluruh kabupaten/kota pada 2019. Hal itu akan semakin menyebarluaskan pengadaan secara elektronik yang membutuhkan jaringan internet yang kuat.

E-katalog sebagai sebuah langkah cerdas pemanfaatan infrastruktur teknologi untuk menjadikan proses pengadaan barang dan jasa menjadi lebih efektif, efisien, dan transparan,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Veronika Yasinta
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper