Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Layanan 4G LTE, Telkomsel Akui Smartfren Lebih Powerfull

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengakui bila PT Smartfren Telecom Tbk akan menjadi kompetitor terkuat di industri pita lebar 4G LTE.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 29 Juli 2015  |  15:58 WIB
Soal Layanan 4G LTE, Telkomsel Akui Smartfren Lebih Powerfull
Wiko Highway Pure 4G. - Andro4all
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengakui bila PT Smartfren Telecom Tbk akan menjadi kompetitor terkuat di industri pita lebar 4G LTE.

Kepala Proyek LTE Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan Smartfren adalah operator seluler yang memiliki sumber daya frekuensi paling lebar untuk menggelar 4G LTE. Di pita 2.300 MHz anak usaha Sinarmas itu memiliki jatah spektrum 30 MHz sementara di pita 800 MHz sebesar 10 Mhz.

“Smartfren itu powerfull dari segi spektrum. Mereka bisa pakai 2.300 MHz untuk kapasitas sedangkan 800 MHz untuk jangkauan. Di layanan pita lebar, bagaimanapun spektrum itu adalah soul-nya,” katanya dalam pertemuan dengan media di Jakarta, hari ini, Rabu (29/7/2015).

Telkomsel, ujar Hendri, memiliki alokasi spektrum di pita 900 MHz dan 1.800 MHz buat menggelar 4G LTE. Di dua pita berteknologi netral itu, lebar spektrum Telkomsel berturut-turut adalah 10 MHz dan 22,5 MHz.

“Itu pun belum bisa diutulisasi seluruhnya untuk 4G. Kalau di 900 MHz kami maksimal pakai 5 MHz dan di 1.800 MHz itu 10 MHz karena sisanya dipakai untuk 2G. Secara teoritis kalau lebar pita 5 MHz bisa berikan transfer data 36 Mbps. Jadi masih tertinggal dari Smartfren,” katanya.

Walau demikian, Hendri mengatakan Telkomsel tidak akan tinggal diam. Operator seluler terbesar di Indonesia itu juga akan berupaya merebut spektrum selebar 30 MHz di pita 2.300 MHz yang masih lowong.

Otoritas frekuensi berencana melepas pita berlisensi nasional itu pada tahun depan. Berdasarkan standar International Telecommunications Union (ITU), pita 2.300 Mhz merupakan ekosistem 4G LTE berbasis time division duplex (TDD). Padahal selama ini Telkomsel merupakan penyelenggara teknologi frequency division duplex (FDD).

“Kami akan berupaya sekuat tenaga untuk meyakinkan pemerintah. Tanpa spektrum cukup kita tidak bisa berkompetisi,” kata Hendri. []

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkomsel smartfren frekuensi 4g lte spektrum 4g lte
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top