Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tifatul Masih Kaji Rencana Konsolidasi XL-Axis

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan pihaknya tidak keberatan dengan rencana konsolidasi antaroperator telekomunikasi.Jumlah operator di Indonesia cukup banyak sehingga tidak terjadi pemerataan pendapatan.
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 16 Juli 2013  |  07:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan pihaknya tidak keberatan dengan rencana konsolidasi antaroperator telekomunikasi.Jumlah operator di Indonesia cukup banyak sehingga tidak terjadi pemerataan pendapatan.

“Jepang saja cuma ada empat. Di Indonesia kebanyakan, sekitar 92% pendapatan hanya dinikmati tiga operator teratas,” ujarnya, Senin (15/7/2013).

Terkait dengan surat yang diajukan operator telekomunikasi XL untuk konsolidasi dengan Axis, Tifatul menyebutkan pembahasan perihal ini belum selesai.

Dia menyebutkan belum dapat memastikan kapan izin prinsip akan keluar. Pemerintah juga belum dapat memutuskan berapa jumlah frekuensi yang harus dikembalikan XL dan Axis manakala rencana akuisisi ini terjadi.

Tifatul tidak menampik XL dan Axis pascakonsolidasi akan tetap menjadi entitas yang berdiri sendiri. “Operator tentu butuh kanal lebih banyak, mereka [XL dan Axis] masih bersebelahan.”

Adapun terkait dengan saran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) agar XL dan Axis melakukan merger, Tifatul mengatakan hal itu belum menjadi keputusan. “BRTI bersuara boleh saja, tetapi itu belum final. Kami masih mengkaji laporan mereka,” kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

axis xl tifatul sembiring
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top