Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LAYANAN DATA SELULER Belum Saatnya Dimonetisasi

BISNIS.COM, JAKARTA—Meski pengguna data di Indonesia tumbuh signifikan, sejumlah kalangan menilai saat ini bukan waktu yang tepat untuk monetisasi. Tak heran kenaikan trafik data tak berpengaruh signifikan pada pendapatan operator.
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 12 Juni 2013  |  20:32 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Meski pengguna data di Indonesia tumbuh signifikan, sejumlah kalangan menilai saat ini bukan waktu yang tepat untuk monetisasi. Tak heran kenaikan trafik data tak berpengaruh signifikan pada pendapatan operator.

Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) Dian Siswarini mengatakan pada layanan suara, kenaikan pengguna tumbuh sejalan dengan pendapatan. Namun hal itu tidak terjadi pada layanan data di mana pendapatan cenderung landai. Menurutnya operator masih perlu memperluas adopsi layanan data.

“Sekarang penggunaan data masih sekitar 40%. Monetisasi mungkin bisa dilakukan kalau sudah 60%,” ujarnya di sela-sela Indonesia Cellular Show (ICS) 2013 yang digelar di Jakarta hari ini, Rabu (12/6/2013).

Dia menambahkan saat ini monetisasi justru sudah dilakukan oleh pelaku over the top (OTT). Padahal mereka sangat bergantung pada jaringan milik operator telekomunikasi. Dian mengatakan, ke depan operator perlu menyediakan berbagai layanan digital untuk memonetisasi trafik data.

Dia tidak menampik harga layanan data ke depan bisa jadi akan berubah. Namun hal yang paling penting bagi operator, kata dia, adalah perkembangan ekosistem pengguna data.

Dia menegaskan industri telekomunikasi belum sampai pada kategori sunset industry alias surut. Masih ada sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan melalui inovasi dan variasi produk. Dia meyakini pertumbuhan industri telekomunikasi tahun ini masih dapat mencapai 7%, sama seperti tahun lalu.

Menurut Dian penggunaan layanan data per pelanggan berkisar 250MB hingga 500MB per bulan. Jumlah tersebut, kata dia, jauh dibanding negara lain seperti Malaysia yang sudah mencapai 1GB per bulan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seluler data
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top