TELKOM gelar uji coba jaringan LTE

 
Muhamad Yamin
Muhamad Yamin - Bisnis.com 04 April 2012  |  15:38 WIB

 

BANDUNG: Telkom Group menguji coba kembali teknologi long term evolution (LTE) sebagai bentuk kepastian kesiapannya dalam menggelar layanan teknologi tinggi nirkabel itu, sambil menunggu perizinan dari pemerintah.
 
Uji coba layanan LTE tersebut dilakukan dengan menggelar video conference langsung antara Menteri Kominfo Tifatul Sembiring di sela-sela acara Eksebisi dan Diskusi Panel Layanan Konvergensi di Jakarta, dengan Sekda Pemprov Jabar Lex Laksamana di Kota Bandung.
 
Namun, saat ini penyelenggaraan layanan LTE belum bisa digelar oleh pemerintah karena persoalan frekuensi, infrastruktur, serta kesiapan dari industri penyelenggara telekomunikasi secara keseluruhan masih perlu diperkuat agar bisa mendukung ke arah konvergensi.
 
Muhammad Budi Setiawan,  Dirjen Sumberdaya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, menjelaskan selama ini pemerintah terus menyiapkan regulasi dan kesiapan frekuensi untuk menggelar layanan teknologi telekomunikasi terbaru LTE, dan sampai saat ini belum bisa ditentukan penggunaan frekuensinya.
 
“Semua operator terus mencoba kemampuannya ke depan. Khusus LTE sampai sekarang belum dapat ditentukan pada spektrum mana akan digelar. Kalau pakai frekuensi yang ada itu sudah penuh seperti 3G,” ujarnya usaia melaksanakan live LTE video conference di Bandung hari ini.
 
Berdasarkan ensiklopedia bebas Wikipedia, LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. 
 
Jaringan antarmukanya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu download sampai dengan tingkat 300mbps dan upload 75 mbps.
 
Budi menjelaskan penyelenggaraan LTE ini terus diuji coba oleh setiap operator serta harus didukung oleh seluruh vendornya terutama untuk mendukung ke arah konvergensi media, di mana seluruh layanan bisa digunakan melalui berbagai macam gadget. 
 
Untuk itu, katanya, pihaknya akan fokus mendorong pengembangan infrastrukturnya. “Peralatan untuk LTE masih mahal. Tapi, ini akan berkembang secara alamiah dengann kesiapan aturan.
 
Namun, pemerintah juga memikirkan bagimana penyediaan handsetnya. Kalau masih impor, kita tidak bisa mendapatkan manfaat dari teknologi maju itu.”
 
Perlu 2 tahun
 
Dia menambahkan hambatan lainnya dalam penyelenggaraan LTE adalah belum meratanya layanan telekomunikasi di daerah, di mana sebagai masih 2G dan sebagian sudah 3G.
 
Diharapkan, lanjutnya, penyelenggaraan LTE ini paling lambat bisa digelar dalam dua tahun ke depan. “Kalau uji coba di lingkungan terbatas, kami selalu dukung. Tapi kalau untuk lisensi dan frekuensi itu harus dipikirkan matang, termasuk operator, industri gadget harus disiapkan,” tegasnya.
 
Muharam Purbawamukti, Head of Regulatory and Partnership Group Telkomsel, menuturkan  pada prinsipnya Telkomsel sudah siap untuk mengimplementasikan layanan LTE, karena secara teknolodi sudah memadai.
 
Namun, katanya, penyelenggaraan layanan itu masih membutuhkan waktu untuk membangun ekosistem layanan yang bukan hanya pada kesiapan operator.
 
Mustapa Wangsaatmadja, Senior General Manager  Research & Development Center PT Telkom, menjelaskan layanan Live LTE video call yang dujicobakan sebenarnya sudah siap untuk segera komersialkan.
 
“Kesiapan layanan konvergensi ini, yakni harus bisa dinikmati bukan hanya satu media, tapi bisa notebook, smartphone, dan komputer. Era konvergensi ini memang harus disiapkan dari infrastruktur dan layananannya.” (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top