Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Citrus desak seleksi BRTI diperketat

JAKARTA: Center for Indonesian Telecommunications Regulation Study (Citrus) mendesak pemerintah memperketat kriteria dalam seleksi anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) periode 2012—2015.Direktur Citrus Asmiati Rasyid mengatakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 November 2011  |  19:19 WIB

JAKARTA: Center for Indonesian Telecommunications Regulation Study (Citrus) mendesak pemerintah memperketat kriteria dalam seleksi anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) periode 2012—2015.Direktur Citrus Asmiati Rasyid mengatakan anggota BRTI harus mempunyai standar kompetensi yang terukur seperti displin pendidikan yang berkorelasi kuat dengan sektor telekomunikasi, pengalaman yang luas baik nasional maupun internasional, serta jaminan integritas yang memadai.Asmiati mengungkapkan pemerintah perlu mengganjar kompensasi yang setara dengan fungsi dan wewenang anggota BRTI. Menurutnya, kompensasi yang menjanjikan akan memberikan garansi profesionalitas dan independensi.“Kalau perlu seorang anggota BRTI yang berkualifikasi tinggi berpendapatan sama dengan Direktur Utama PT Telkom sebesar Rp 125 juta,”ujarnya kepada Bisnis hari ini.Anggaran kompensasi, jelasnya, tidak menggunakan dana dari APBN. Dia mengusulkan pemerintah membentuk konsep Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dananya diperoleh dari industri telekomunikasi.Asmiati mengaku kecewa konsep BRTI selama ini belum mewakili kebutuhan industri telekomunikasi. Dia menilai anggota BRTI cenderung hanya menjadi aksesoris dan kerap ditunggangi oleh kepentingan vendor dan operator.“Saya menduga beberapa oknum telah dimanfaatkan oleh sejumlah pemain. Nanti, saya akan beberkan faktanya ke publik,”ungkapnya.Kompetensi rendahMenurut Asmiati, kompetensi anggota BRTI yang rendah sangat berkorelasi dengan sejumlah kekisruhan yang terjadi di sektor telekomunikasi.BRTI, tegasnya, kerap menyalahgunakan fungsi dan wewenang seperti memelintir Kepmen Nomor 29 Tahun 2006 dalam perang operator memperebutkan spektrum 3G pada frekuensi 2,1GHz. “Independensi dan integritas harus menjadi prioritas,”tegasnya.Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot Dewa Broto mengatakan pihaknya telah mengupayakan transparansi dalam proses seleksi anggota BRTI. Selain itu, ujarnya, proses seleksi telah melewati tahapan-tahapan penyaringan kompetensi.Gatot mengungkapkan masyarakat dapat berkontribusi menyumbang masukan tentang rekam jejak calon anggota BRTI.Kominfo, ujarnya, akan memoderasi sejumlah masukan sebagai basis evaluasi terhadap calon anggota BRTI. “Pemerintah akan sangat terbuka. Siapapun boleh memberikan saran dan masukan,”jelasnya.Kemenkominfo, jelasnya, akan menyaring enam orang pakar dari disiplin ilmu teknik telekomunikasi, teknologi informasi, hukum, ekonomi, dan kebijakan publik yang mempunyai kepedulian terhadap pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia.Gatot menargetkan proses seleksi akan rampung pada Desember nanti. Dia berharap sejumlah anggota baru mulai efektif bekerja pada Maret tahun depan.Proses seleksi pemilihan anggota komite BRTI periode 2012—2015 telah melewati tes administratif dan psikotest. Dari 474 pelamar, yang tersisa kini 60 calon. 60 calon anggota tersebut akan melanjutkan fase wawancara pada 14 November mendatang. (25/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Surya Mahendra Saputra

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top