Perusahaan Farmasi Ferron Par Pharmaceuticals Pasang PLTS di Pabriknya

Mia Chitra Dinisari
Jumat, 25 Juni 2021 | 14:45 WIB
PLTS
PLTS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan farmasi PT Ferron Par Pharmaceuticals mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan serta mewujudkan green manufacturing.

Hal ini sesuai dengan roadmap pemerintah yang mencanangkan target bauran energi terbarukan nasional sebesar 23% pada tahun 2025, dan mendorong pemanfaatan energi surya sebagai pembangkit listrik untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

“Untuk menjalankan industri manufakturing yang efektif, efisien, dan berkesinambungan, PT Ferron Par Pharmaceuticals mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan melalui pembangunan Pembangkit listrik Tenaga Surya di tahun 2021.

Bekerjasama dengan PT Cikarang Listrindo Tbk, kami melakukan pemasangan panel surya yang berlokasi di atap pabrik seluas 3.000 meter persegi dengan kapasitas sebesar 239 kiloWatt peak,” papar Direktur Utama PT Ferron Par
Pharmaceuticals, Krestijanto Pandji dalam keterangan tertulis.

Kapasitas ini adalah kapasitas PTLS terbesar yang ada Cikarang, Jawa Barat dan akan berkontribusi  menurunkan emisi karbon sebesar 273 Ton per tahun. Krestijanto juga memaparkan, PTLS PT Ferron Par Pharmaceuticals yang dibangun di atas atap pabrik seluas 3.000 m2 ini, mengoptimalkan pemanfaatan potensi energi surya di Indonesia yang besar, yakni sekitar 4,8 kWh/m2.

Dia juga menambahkan, implementasi PLTS juga meningkatkan daya saing di era Industri 4.0. Kinerja PLTS ini dijalankan menerapkan tren teknologi industri 4.0, di mana PLTS akan terhubung dengan jaringan internet sehingga dapat dimonitor secara realtime.

Upaya implementasi teknologi 4.0 ini juga sejalan dengan upaya Ferron untuk membangun kompetensi, sistem dan daya saing di tingkat nasional, regional hingga global.

“Dengan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Ferron berupaya meningkatkan efisiensi proses produksi dalam menghasilkan produk bermutu dan bernilai ekonomis tinggi. Langkah yang menjadi bagian pengembangan industri hijau ini diharapkan dapat mendorong Ferron sebagai industri yang bertransformasi menuju industri inovatif yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” tutur Krestijanto.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Muhammad Khayam mengatakan dalam RPJMN 2020-2024, pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim telah menjadi agenda prioritas nasional dalam kegiatan pembangunan di Indonesia. Pemerintah telah menyampaikan komitmennya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29%.

Khayam juga menuturkan bahwa PLTS PT Ferron Par Pharmaceuticals turut berkontribusi dalam mencapai target pengurangan emisi tersebut.“Akan berkontribusi menurunkan emisi karbon sebesar 273 ton per tahun, saat ini kita memasuki era industri 4.0 yang merupakan era transformasi digital yang akan menciptakan nilai tambah baru pada
industri farmasi,” imbuhnya.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Ayodhia G L Kalake, menyatakan bahwa ketergantungan terhadap energi fosil harus menjadi perhatian.

Ayodhia menegaskan bahwa pemerintah nantinya akan mendorong penggunaan energi tenaga surya.

“Sudah saatnya kita beralih ke energi baru terbarukan agar tidak tergantung pada energi fosil yang jumlahnya sangat terbatas dan akan habis,” ujar Bapak Ayodhia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper