Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi startup.  - istimewa.
Premium

Kode dari Investor Agar Startup Unicorn Setop Bakar Uang

18 November 2020 | 18:24 WIB
Penurunan nilai investasi dari investor global kepada startup bervaluasi jumbo, menjadi alarm terhadap pola bisnis yang terus mengandalkan aksi bakar uang.

Bisnis.com, JAKARTA – Google, Temasek, dan Bain and Company dalam laporan bertajuk e-Conomy SEA 2020 mencatat, pendanaan ke  perusahaan rintisan (startup) bervaluasi jumbo yang berstatus unikorn di Asia Tenggara terus mengalami penurunan. 

Dana yang mengalir ke startup jumbo tersebut mencapai US$ 8,7 miliar pada 2018. Namun nilainya menurun menjadi US$5,6 miliar pada 2019.

Sementara sepanjang paruh pertama tahun ini, dana segar yang mengalir hanya US$3 miliar. Putaran pendanaan seri C dan D juga menurun dari 19 pada paruh pertama 2019 menjadi 17.

Adapun  di Asia Tenggara setidaknya terdapat  12 perusahaan berstatus unikorn dan dekakorn seperti Bigo, Bukalapak, Gojek, Grab, Lazada, OVO, Sea Group, Razer, Traveloka, Tokopedia, VNG, dan VNPay.

Turunnya nilai pendanaan ke perusahaan berstatus unikorn tersebut seolah makin menegaskan bahwa startup bervaluasi jumbo harus didorong untuk mencatatkan keuntungan dan meminimalisir 'bakar uang'.

CEO Mandiri Capital Eddi Danusaputro mengatakan strategi 'bakar uang' memang lazim digunakan di awal perjalanan sebuah startup untuk mendapatkan konsumen atau penggunanya hingga monetisasi nilai dari penggunanya atau traction.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top