Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kominfo Gandeng Pejabat Media Sosial untuk Berantas Hoaks

Hingga saat ini, Kominfo mencatat sudah 104 orang yang menyandang status tersangka dan 17 di antaranya sudah ditahan di Bareskrim dan kantor polisi daerah di Indonesia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 18 Oktober 2020  |  17:47 WIB
Hoaks - Antara
Hoaks - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate menyebutkan telah menghubungi pejabat eksekutif platform dari berbagai media sosial untuk memberantas hoaks, salah satunya mengenai Covid-19.

Johnny mengatakan bahwa salah satu eksekutif yang dihubungi oleh Kementerian Kominfo (Kemenkominfo) adalah YouTube. Menurutnya, baik Kominfo maupun YouTube sepakat mengenai arti penting kerja sama penanganan konten untuk melawan disinformasi atau hoaks.

"Hampir semua pimpinan, pemilik, atau eksekutif dari platform media sosial, saya sudah hubungi yang di Amerika Serikat. Terakhir saya berbicara dengan Susan Wojcicki, CEO Youtube, yang memberikan komitmen kuat di grupnya," ujarnya dalam agenda Temuan Survei Nasional dari Indikator Politik Indonesia bertajuk 'Mitigasi Dampak Covid-19' secara daring, Minggu (18/10/2020)

Lebih lanjut, Johnny menjelaskan bahwa komunikasi dilakukan untuk bersama-sama mengatasi Covid-19 dalam ruang digital, atau hoaks di Indonesia.

Johnny melanjutkan bahwa kominfo hingga saat ini telah menemukan 1.197 isu disinformasi atau hoaks yang berada di masyarakat.

Dia mengatakan bahwa isu disinformasi tersebut tersebar di empat platform digital, dengan sebaran sebanyak 2.020, dan sekitar 1.759 diantaranya sudah diblokir.

"Sudah di take down atau blokir sebanyak 1.759, Facebook 1.300, Instagram ada 15, Twitter 424, Youtube 20. Sementara itu, sebanyak 261 sisanya masih dalam proses. Isu-isu hoaks tersebar di Facebook sebanyak 197, Instagram 5, Twitter 58, dan di Youtube 1 [isu hoaks],” ujarnya

Dia melanjutkan bahwa Kominfo juga bekerja sama dengan kepolisian melakukan patroli siber yang dilakukan 24 jam setiap hari untuk menemukan produsen dan penyebar hoaks.

Johnny menyebutkan bahwa saat ini, tercatat sudah 104 orang yang menyandang status tersangka dan 17 di antaranya sudah ditahan di Bareskrim dan kantor polisi daerah di Indonesia.

“Kami bersama Bareskrim Polri bekerja melalui patroli cyber-nya Kominfo sehari 24 jam, ada 3 shift di sana, tujuh hari seminggu. Tidak ada tanggal merah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi melalui survei terbarunya mengungkapkan bahwa 55,7 persen masyarakat sangat khawatir terhadap informasi yang salah terkait virus Covid-19.

Selain itu, sebanyak 24,8 persen masyarakat agak khawatir terhadap informasi yang salah terkait Covid-19.

"Mayoritas sangat khawatir terhadap informasi yang tidak akurat terkait dengan pandemi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo hoax Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top