Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi aktivitas di depan komputer. - Reuters/Kacper Pempel
Premium

Melindungi Si Minyak Baru dari Kejahatan Siber

05 Mei 2020 | 15:32 WIB
Meski sudah dibahas setidaknya sejak 2016, tapi progres pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) masih jalan di tempat. Padahal, urgensinya makin tinggi.

Bisnis.com, JAKARTA — Kesadaran pentingnya memiliki aturan tentang perlindungan data pribadi sebenarnya telah lama terlihat di Indonesia, ditunjukkan dengan dilakukannya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) sejak 2016. Namun, 4 tahun berlalu dan terjadinya sejumlah kasus serangan siber belum juga mampu mewujudkan UU tersebut.

"Data ini adalah jenis kekayaan baru. Saat ini, data adalah new oil, bahkan lebih berharga dari minyak. Data yang valid menjadi salah satu kunci pembangunan," ujar Presiden Joko Widodo dalam acara pencanangan pelaksanaan sensus penduduk 2020 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Dia menuturkan data yang valid sangat dibutuhkan untuk menyusun perencanaan, anggaran, dan membuat kebijakan hingga mengeksekusi kebijakan tersebut untuk hasil yang efektif.

Analogi Jokowi sejalan dengan pandangan para pelaku industri di dalam negeri, yang meyakini Indonesia memerlukan kebijakan tegas demi hadirnya aturan main yang adil bagi perusahaan lokal dan global dalam hal pemanfaatan data.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top