Persaingan Dagang-el Makin Ketat, Shopee Salip Tokopedia

Shopee berhasil menggeser Tokopedia sebagai platform dagang elektronik dengan tingkat kunjungan tertinggi pada kuartal Iv/2019.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  19:48 WIB
Persaingan Dagang-el Makin Ketat, Shopee Salip Tokopedia
Ilustrasi belanja online - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Persaingan industri dagang-el di Tanah Air kian sengit lantaran tampuk platform dagang elektronik (dagang-el) yang paling banyak dikunjungi pada kuartal IV/2019 bergeser dari Tokopedia ke Shopee.

Merujuk kepada laporan terbaru iPrice, pada kuartal IV/2019, jumlah pengguna bulanan Shopee mancapai 72,9 juta orang, sedangkan Tokopedia 67,9 juta.

Adapun, dalam laporan tahunannya, Shopee berhasil meraup pendapatan sekitar Rp2 triliun di sepanjang 2019, meningkat 224 persen dari tahun sebelumnya.

Sebelumnya pada kuartal III/2019, Tokopedia memimpin persaingan dari segi jumlah pengunjung bulanan dengan total 65,9 juta pengunjung.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Ecommerce Indonesia (IdEA) Ignatius Untung berpendapat meskipun laporan tersebut belum tentu sepenuhnya akurat, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa Shopee sangat agresif di sepanjang 2019.

Perusahaan dagang-el asal Singapura tersebut dinilai agresif dalam menggaet pelanggan di Indonesia. Agresivitas Shopee itu, lanjutnya, tampak dari kebijakan perusahaan melibatkan figur-figur besar seperti Cristiano Ronaldo dan Didi Kempot sebagai brand ambassador, dominasi branding di luar negeri, hingga menjadi sponsor liga sepakbola di Tanah Air.

"Memang benar Shopee sangat agresif," kata Untung kepada Bisnis, Senin (16/3/2020).

Sementara itu, kampanye yang dilakukan Tokopedia tidak seagresif tahun-tahun sebelumnya. Menurut Untung, hal itu tak lepas dari kondisi Tokopedia yang sedang dalam fase mengejar keuntungan sebagai salah satu cara untuk memuluskan rencananya melakukan aksi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Dengan demikian, lanjutnya, ketika terjadi perlambatan aktivitas di perusahaan, maka hal itu merupakan suatu hal yang wajar.

"Selain itu, kuartal keempat lalu Shopee ikut Harbolnas sedangkan Tokopedia tidak. Jadi, dilihat dari effort-nya memang berbeda," sambung Untung.

Namun demikian, kendati Shopee berhasil ‘merajai’ pasar dagang-el pada kuartal IV/2019, secara kumulatif Tokopedia tetap menjadi pemimpin sepanjang tahun 2019. Pasalnya, Tokopedia mendominasi jumlah kunjungan selama kuartal I/2019 – kuartal III/2019. 

Adapun, berdasarkan data iPrice jumlah kunjungan Tokopedia sepanjang 2019 mencapai 75,5 juta warganet selama 2019. Jumlah kunjungan itu di atas capaian Shopee sebanyak 61,69 juta kunjungan dan Bukalapak 53,86 juta kunjungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tokopedia, ecommerce, shopee

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top