Aplikasi LinkAja Dorong Inklusi Keuangan Nasional

Fintech Karya Nusantara (Finarya) menilai bahwa aplikasi LinkAja dapat menjadi sarana bagi Pemerintah untuk mempercepat inklusi keuangan nasional.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  02:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Fintech Karya Nusantara (Finarya) menilai bahwa aplikasi LinkAja dapat menjadi sarana bagi pemerintah untuk mempercepat inklusi keuangan nasional.

 Direktur Finarya, Danu Wicaksana, mengungkapkan uji coba aplikasi mobile money dari TCash menjadi Link Aja mendapat antusiasme yang tinggi dari para pelanggan.

Menurut Danu, pada saat manajemen mengumumkan ke publik bahwa pengguna TCash sudah bisa melakukan upgrade aplikasi ke LinkAja, hampir jutaan pengguna TCash berbondong-bondong melakukan upgrade sehingga terjadi penumpukan antrean pengguna yang ingin mengunduh aplikasi LinkAja. 

"Penumpukan antrean yang kemarin sempat terjadi, sudah teratasi. Semoga awal pekan depan konsumen sudah bisa kembali melakukan transaksi keuangannya melalui aplikasi LinkAja," tuturnya dalam keterangan resminya pada Sabtu (23/2).

Danu menjelaskan tingginya antusiasme tersebut dikarenakan masyarakat optimis dengan rencana LinkAja yang berkomitmen menyinergikan seluruh layanan digital money yang dimiliki perusahaan di bawah Kementerian BUMN menjadi satu aplikasi LinkAja. 

 Seperti diketahui, LinkAja merupakan sinergi dari produk uang elektronik milik BUMN di antaranya adalah Bank Mandiri (e-cash), Bank BNI (UnikQu), Bank BRI (Tbank), dan Telkom Group (Tcash dan T-money).

Nantinya layanan LinkAja akan menyediakan berbagai layanan seperti pembayaran tagihan seperti listrik, PDAM, BPJS, dan Internet. Selain itu, transaksi juga bisa dilakukan di merchant seperti Pertamina (pengisian bahan bakar), pembayaran moda transportasi, hingga pembelian online.

Danu memastikan komitmen akan turut serta dalam mendorong Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) dan meningkatkan inklusi keuangan menuju 75% pada 2019.

"Jadi, rencana besar LinkAja adalah mendukung program pemerintah dalam GNNT dan menyinergikan layanan digital money antar-BUMN, masih tetap berjalan sesuai dengan yang direncanakan," tuturnya.

Sebelumnya Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sekaligus Ketua Himbara, Maryono memastikan bahwa tanggal 1 Maret 2019 LinkAja sudah dapat dipergunakan oleh penguna uang elektronik bank-bank yang tergabung dalam Himbara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank bumn, LinkAja

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top