Indosat Targetkan Satelit Palapa Nusantara Dua Diluncurkan Mei 2020

PT Indosat Tbk menargetkan peluncuran satelit Palapa Nusantara Dua selesai pada 2020. Rencananya, satelit tersebut digunakan untuk mendukung bisnis penyiaran di dalam negeri.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  01:47 WIB
Indosat Targetkan Satelit Palapa Nusantara Dua Diluncurkan Mei 2020
Karyawan melayani pelanggan di gerai Indosat Ooredoo, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indosat Tbk menargetkan peluncuran satelit Palapa Nusantara Dua selesai pada 2020. Rencananya, satelit tersebut digunakan untuk mendukung bisnis penyiaran di dalam negeri.

Chief Business Officer Indosat Ooredoo Intan Abdams Katoppo mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan sebagai penyedia jasa satelit untuk menunjang bisnis media di Indonesia.

“Indosat Ooredoo menyadari pentingnya teknologi satelit untuk menunjang bisnis penyiaran. Oleh karena itu, kami menyediakan satelit Palapa Nusantara Dua sebagai pengganti satelit Palapa D untuk menyediakan layanan media penyiaran di Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi pada Rabu (13/2/2019).

Satelit Palapa Nusantara Dua merupakan kerja sama antara Indosat Ooredoo bersama dengan PT Pintar Nusantara Sejahtera (Pintar) dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melalui perusahaan joint venture bernama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS).

Ketiga perusahaan tersebut telah menandatangani kesepakatan kerja sama pembelian satelit dengan produsen satelit terkemuka asal China, yaitu China Great Wall Industry Corporation, sejak 2017.

Indosat Ooredoo menargetkan satelit Palapa Nusantara Dua diluncurkan pada Mei 2020. Satelit tersebut akan menempati slot orbit yang sama dengan satelit Palapa D yakni di 113° lintang Bujur Timur.

Adapun, proses migrasi dari Palapa D ke Palapa Nusantara Dua dilakukan dengan cara sedemikian rupa agar dampaknya menjadi seminimal mungkin dan tidak dirasakan oleh pelanggan.

Satelit Palapa D diluncurkan pada Agustus 2009 di China dan akan berakhir masa orbitnya pada 2020.

Kapasitas transponder yang tersedia di Palapa D disewakan kepada operator penyiaran dan telekomunikasi. Layanan satelit penunjang lain termasuk pemakaian untuk layanan televisi, link Indosat Ooredoo TV, layanan jaringan privat, akses internet, multimedia, dan konferensi video.

Intan yakin satelit Nusantara Palapa Dua akan memiliki peranan vital dalam menyampaikan informasi ke masyarakat lewat lembaga penyiaran.

“Satelit di orbit 113° Bujur Timur merupakan ekosistem utama bagi penyiaran di Indonesia yang menggunakan layanan free to air, termasuk bagi mayoritas broadcaster lokal,” ujarnya.

Sebelumnya, Indosat mengumumkan sistem kabel bawah laut Indigo yang akan melingkupi wilayah Asia Tenggara dan Australia telah rampung dibangun dan sudah dilakukan penyambungan akhir kabel Indigo barat dan Indigo sentral.

Sistem kabel laut tersebut memiliki total panjang 9.200 kilometer dengan rincian 4.600 kilometer dari Singapura ke Perth (Indigo barat) dan 4.600 dari Perth ke Sydney (Indigo sentral) dengan dua pasangan serat tambahan yang menghubungan Singapura dan Jakarta melalui unit percabangan.

Chief Technology and Information Indosat Ooredo Dejan Kastelic mengatakan bahwa proyek kabel bawah laut Indigo merupakan bagian dari program ambisius perusahaan sejak 3 tahun lalu untuk meningkatkan kualitas jaringan dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

Nantinya, operasionalisasi kabel tersebut akan mendiversivikasi koneksi internasional Indosat di Australia dan Asia Tenggara yang menjadi pasar potensional sehingga dapat melayani permintaan lalu lintas data yang meningkat dan memperluas pelang bagi konsumen ritel dan layanan korporat.

“Hal ini juga akan mendukung visi kami untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital terkemuka dengan menyediakan konektivitas data dan akses internet kelas dunia,” kata Kastelic.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indosat, satelit

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top