Investasi Miliaran Vivo Demi Acara Launching Bertabur Bintang

Vivo berencana meluncurkan produk teranyarnya, Vivo V9, pada 29 Maret mendatang.
Dhiany Nadya Utami | 27 Maret 2018 15:50 WIB
General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia Edi Kusuma menyerahkan bibit pohon kopi kepada Manager CSR PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan sebagai simbol corporate social responsibility (CSR) Vivo Indonesia terhadap petani lokal di sekitar area Candi Borobudur saat konferensi pers Grand Launching Vivo V9 di Jakarta, Senin (29/3 - 2018) / Dhiany Nadya Utami

Bisnis.com, JAKARTA — Bukan pertama kalinya acara peluncuran produk Vivo digelar mewah dan bertabur bintang. Alih-alih pemborosan, Vivo menyatakan hal tersebut sebagai investasi jangka panjang bagi perusahaannya.

Vivo berencana meluncurkan produk teranyarnya, Vivo V9, pada 29 Maret mendatang. Tak tanggung-tanggung, acara yang digelar di pelataran Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, ini dihadiri oleh sederet pesohor Tanah Air dan disiarkan langsung melalui 12 televisi nasional dan 10 platform daring.

Pada tahun lalu, Vivo juga melakukan acara serupa untuk peluncuran produk terdahulunya. Vivo V7+ diluncurkan di Jakarta dan dapat disaksikan langsung lewat 9 saluran televisi nasional dan 9 online platform.

General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia Edi Kusuma mengatakan sebagai perusahaan manufaktur, selama 5 tahun pertama Vivo berfokus pada pengembangan brand mereka, salah satunya dengan melakukan strategi peluncuran tersebut.

“Baru selanjutnya kami fokus pada bisnis,” ujarnya saat ditemui usai Konferensi Pers Peluncuran Vivo V9 di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Memasuki tahun kelimanya di Indonesia, Edi mengatakan prioritas Vivo masih seputar berinovasi dalam meluncurkan produk-produk yang sesuai tren dan kebutuhan konsumen.

“Bagi kami begini, kalau misalnya produk kami bagus dan kami terus mengkomunikasikan [produk kami], akan diikuti penjualan yang bagus juga,” jelasnya.

Vivo Indonesia, menurut Edi, berusaha menjadi brand yang dikenal oleh masyarakat. Itulah mengapa Vivo membuat acara yang dinilainya dapat menarik perhatian publik. Edi menyebut hal tersebut masuk dalam hitungan investasi yang dilakukan Vivo di Indonesia.  

"Kalau disebut bakar duit ya enggakdong. Kalau begitu nanti habis duitnya, saya enggak dibayar, semua enggak dibayar," dia berseloroh.

Edi malah membahas konsep acara tahun ini yang disebutnya sebagai bentuk kepedulian Vivo terhadap Indonesia. Tahun ini Vivo mengangkat tema heritage untuk meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian cagar budaya yang ada di Tanah Air.

“Kenapa ini disiarkan di 12 televisi sekaligus? Karena, ya, ini berarti televisi kita kompak mendukung pesan yang ingin kita sampaikan terkait pelestarian warisan budaya ini,” tambah Edi.

Menyinggung tentang besaran biaya yang dianggarkan untuk membuat pesta rilis Vivo V9 di Borobudur nanti dan bagaimana kerja sama hak siar dengan keduabelas kanal televisi tersebut Edi enggan membeberkannya.

Kendati tidak menyebut angka pasti, Edi menyebut bujet acaranya terbatas. Meski terlihat sebagai acara yang menguras dana, menurut Edi pada kenyataannya biaya yang dikucurkan tidak sebesar dugaan orang.

“Silakan menebak-nebak. Kalau disebut sampai Rp100 miliar? Jauh lah, jauh ke bawah. Itulah uniknya sebuah karya. Ayo coba tebak lagi kira-kira di angka berapa?,” ujarnya sambil tertawa.

Menurutnya ada banyak pertimbangan saat membuat perencanaan untuk pesta rilis di Borobudur, termasuk bagaimana dampak setelah acara. Dia mengaku tim pemasarannya berusaha semaksimal mungkin memberdayakan dana yang ada agar bisa digunakan secara efisien dan sesuai tujuan yang direncanakan semula.

“Misalnya Borobudur semakin terkenal dan ekonomi masyarakat meningkat, sebetulnya itu value yang tidak ternilai dibandingkan angka yang kita keluarkan sekarang,” tutur Edi.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top