Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Registrasi Kartu SIM Harus Bawa KTP dan KK

validasi data calon pelanggan dan pelanggan lama sesuai NIK dan Kartu Keluarga (KK) yang terekam di basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 11 Oktober 2017  |  13:06 WIB
Registrasi Kartu SIM Harus Bawa KTP dan KK
Pengunjung menggunakan ponselnya di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/8). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika menerapkan aturan baru berupa registrasi nomor pelanggan kartu prabayar yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mulai 31 Oktober 2017.

Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo Noor Izza mengemukakan penetapan tersebut telah diatur di dalam Peraturan Menteri (Permen) Kominfo No. 12/2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi yang telah diubah ke dalam Permen Kominfo No. 14/2017 tentang Perubahan atas Permen Kominfo No. 12/2016 tentang Registrasi Jasa Telekomunikasi.

"Registrasi ini merupakan upaya pemerintah dalam mencegah‎ penyalahgunaan nomor pelanggan, terutama pelanggan prabayar sebagai komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada konsumen," tuturnya, Rabu (11/10/2017).

Dia menjelaskan beberapa poin penting perubahan pada saat pelaksanaan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi tersebut di antaranya adalah ‎diberlakukannya validasi data calon pelanggan dan pelanggan lama sesuai NIK dan Kartu Keluarga (KK) yang terekam di basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

"Registrasi dapat dilakukan langsung oleh calon pelanggan yang membeli kartu perdana, serta registrasi ulang bagi pelanggan lama," katanya.

Dia menjelaskan jika ada calon pelanggan prabayar yang tidak melakukan registrasi tersebut, maka kartu perdata tidak bisa diaktifkan dan juga akan dilakukan pemblokiran terhadap nomor pelanggan lama secara bertahap.

"Pelanggan dapat menghubungi layanan pelanggan di setiap operator telekomunikasi seputar info registrasi atau ke Ditjen Dukcapil untuk info data kependudukan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seluler
Editor : Demis Rizky Gosta

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top