Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Durov Bertemu Rudiantara, Siapkah Telegram Ikut Aturan Kominfo?

Pendiri layanan over the top (OTT) asal Rusia, Telegram, Pavel Durov menemui pemerintah Indonesia setelah beberapa waktu lalu layanannya sempat diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 01 Agustus 2017  |  15:02 WIB
Pavel Durov dan Rudiantara
Pavel Durov dan Rudiantara

Bisnis.com, JAKARTA — Pendiri layanan over the top (OTT) asal Rusia, Telegram, Pavel Durov menemui pemerintah Indonesia setelah beberapa waktu lalu layanannya sempat diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Kedatangan Durov ke Jakarta adalah bukti nyata bahwa pengguna Telegram Indonesia tidak akan dilepas ‎begitu saja oleh Durov. Namun tentu saja Durov harus mengikuti sejumlah regulasi yang telah ditetapkan pemerintah terhadap layanan OTT, tanpa terkecuali.

Salah satu regulasi yang ditetapkan pemerintah terhadap layanan OTT yaitu membuat kantor perwakilan ‎seperti Bentuk Usaha Tetap (BUT) atau memindahkan server Telegram ke Indonesia agar ‎layanan media sosial pesan instan asal Rusia tersebut tetap dapat beroperasi di Indonesia.

Jika Durov menolak regulasi tersebut, maka dia harus siap melepaskan seluruh pengguna layanannya di Indonesia karena pemerintah telah mengancam akan memblokir layanan OTT yang tidak tunduk terhadap regulasi yang ditetapkan.

Lalu siapa yang akan menampung seluruh pengguna Telegram Indonesia tersebut, salah satu layanan media sosial pesan instan dalam negeri Lite Big Messenger mengaku telah ‎siap untuk menampung seluruh pengguna Telegram Indonesia.

Pihak Lite Big Messenger mengaku layanannya tersebut memiliki tingkat keamanan dan privasi yang tinggi untuk penggunanya, sehingga tidak kalah dengan layanan Telegram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

over the top telegram
Editor : Demis Rizky Gosta
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top