Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyadapan Australia, Menkominfo Panggil Operator Telekomunikasi Kamis (21/11)

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring merencanakan untuk memanggil para operator jaringan selular terkait dengan upaya mencegah terulangnya upaya penyadapan yang merugikan kepentingan nasional.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 20 November 2013  |  20:50 WIB
Penyadapan Australia, Menkominfo Panggil Operator Telekomunikasi Kamis (21/11)

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring merencanakan untuk memanggil para operator jaringan selular terkait dengan upaya mencegah terulangnya upaya penyadapan yang merugikan kepentingan nasional.

"Besok saya akan panggil operator, saya akan minta klarifikasi, klarifikasi clearnya jaringan supaya tidak bisa disadap, besok hadir saja di Kominfo," kata Tifatul kepada wartawan di Kompleks Istana Presiden, Rabu (20/11).

Dia menjelaskan upaya penyadapan merupakan hal yang tidak diketahui termasuk medianya melalui apa.

"Penyadapan itu kan sesuatu yg tidak diketahui, dia menyadap lewat apa. Tapi sejauh ini semua peralatan kita terjaga, terutama di lingkungan strategis, tapi memang dengan teknologi, biasanya yang bisa disadap itu frekuensi yang lepas, hubungan satelit misalnya..," kata Menkominfo.

Untuk mencegah itu, kata Tifatul, maka jaringan yang ada harus diamankan sehingga tidak ada yang menyusup.

"Kita amankan, jaringan itu tak boleh ada yang masuk di situ, apalagi istilahnya security ring 1, tidak boleh masuk," paparnya.

Menkominfo juga mengatakan peralatan yang ada bisa melalui proses sertifikasi sehingga menghindari adanya penyalahgunaan untuk penyadapan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkominfo penyadapan oleh Australia

Sumber : Antara

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top