Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mencari Teknologi yang Lebih Mengerti Manusia

BADUNG, Bali: Ada cara berkenalan menarik dalam acara media gathering PT Fujitsu Indonesia di Nusa Dua, Kabupaten Badung Bali, akhir pekan lalu.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Desember 2012  |  05:16 WIB

BADUNG, Bali: Ada cara berkenalan menarik dalam acara media gathering PT Fujitsu Indonesia di Nusa Dua, Kabupaten Badung Bali, akhir pekan lalu.

Para eksekutif Fujitsu Indonesia berdiri berjajar di depan, lalu wartawan diminta menunjuk serta menyebut nama orang yang berdiri berjajar di depan itu. Yang menarik adalah cara verifikasi antara nama dan orang yang ditebak oleh wartawan dengan kenyataannya.

Orang yang ditebak namanya bukan harus menjawab ya atau tidak, melainkan diminta mendekatkan telapak tangannya ke sebuah sensor yang terhubung ke ke komputer. Lalu layar komputer akan menunjukkan siapa namanya, apa jabatannya, serta menampilkan biografi singkatnya.

Begitulah cara berkenalan ala Fujitsu Indonesia. Alat yang digunakan untuk verifikasi dan identifikasi orang itu disebut PalmSecure. Alat ini bekerja menggunakan otentifikasi biometrik pembuluh darah pada telapak tangan.

Jadi, pada sensor itu ada bagian yang memancarkan cahaya inframerah dan ada bagian yang men-capture pola aliran pembuluh darah itu. PalmSecure menggunakan pola aliran darah itu untuk melakukan identifikasi data seseorang.

Fujitsu, perusahaan solusi TI asal Jepang itu, mengklaim deteksi pembuluh darah termasuk aman karena verifikasi data terdapat di dalam tubuh. “Teknologi ini menawarkan alternatif yang lebih aman dibandingkan dengan pemindaian sidik jari, iris dan geometri tangan. Kami sudah merasakan adanya pergerakan permintaan di pasar terhadap teknologi ini,” kata Achmad S. Sofwan, Presiden Direktur, Fujitsu Indonesia.

Achmad menyatakan teknologi verifikasi pembuluh darah pada telapak tangan mulai populer untuk keperluan keamanan, terutama pada mesin absensi. Pendapatan industri biometrik global selama 2009-2014 menunjuk kan bertumbuhan hingga dua digit per tahun.

Pengenalan dengan pembuluh darah ini, menurut Achmad, juga lebih sehat mengingat tidak perlu ada sentuhan antara telapak tangan dengan sensor sebagaimana pada teknologi identifikasi dengan sidik jari.

Fujitsu berupaya memperluas kemitraan dan pemanfaatan teknologi ini ke dalam industri di antaranya dengan mendorong inovasi melalui kompetisi aplikasi. Mereka menggelar Fujitsu Innovation Challenge  PalmSecure untuk mahasiswa.

“Fujitsu akan memberikan sistem verifikasi pembuluh darah pada celapak tangan PalmSecure dan panduan teknis untuk pengembangan aplikasi kepada universitas,” tambah Achmad.

Pendekatan ‘Human Centric

Teknologi baru sepeti PalmSecure ini, kata Achmad, merupakan bagian daru upaya Fujitsu dalam melakukan pendekatan yang disebut sebagai ‘human centric’ dalam penerapan teknologi informasi. Pendekatan itu dilakukan dengan memperkecil kesenjangan antara dunia digital dan dunia fisik.

“Kami yakin pada kemampuan teknologi informasi untuk mengubah masyarakat. Inilah mengapa Fujitsu ingin mewujudkan human centric intelligent society yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kebaikan manusia serta membentuk masa depan yang lebih cerah,” paparnya.

Dia mengatakan Fujitsu kini mengadopsi pendekatan yang lebih manusiawi dalam inovasi teknologinya. Melalui pendekatan ini lah Fujitsu mengembangkan komputasi awan, teknologi sensor, terminal yang tersedia di mana pun serta teknologi komunikasi bergerak.

Dia menyatakan pada dekade 1990-an, cakupan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi masih terbatas pada peningkatan produktivitas. Model layanannya masih terfokus pada ‘computer centric’ yang dilayani melalui arsitektur berbasis client server.

Lalu memasuki abad 21, teknologi informasi dan komunikasi mulai memainkan peran penting dalam mentransformasi proses bisnis melalui penerapan yang fokus pada ‘network centric’.

Sejak dekade 2010-an, cakupan penggunaannya semakin diperluas untuk mendukung kegiatan manusia di hampir tiap bidang kehidupan dan memberikan pengetahuan, sehingga terjadinya evolusi menuju teknologi informasi yang lebih ‘human centric’.

“Untuk merealisasikan hal itu, kami menggunakan analisis data dan sensor, simulasi, layanan berbasis cloud dan teknologi maju di berbagai proyek yang menjanjikan kenyamanan dan masa depan yang lebih baik bagi manusia pada umumnya,” tambahnya. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top