Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akuisisi menara Indosat rampung Januari

JAKARTA: PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menargetkan akuisisi menara telekomunikasi milik PT Indosat Tbk dapat tuntas pada Januari tahun ini.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 Januari 2012  |  16:08 WIB

JAKARTA: PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menargetkan akuisisi menara telekomunikasi milik PT Indosat Tbk dapat tuntas pada Januari tahun ini.

 

Presiden Direktur Tower Bersama Herman Setya Budi menjelaskan saat ini perseroan masih dalam tahap finalisasi dengan tim legal perseroan untuk akuisisi tersebut. Menurut dia, masih ada beberapa poin perjanjian yang belum disepakati.

 

“Tetapi yang belum disepakati itu hanya poin-poin kecil saja, jadi kami harapkan proses akuisisi sudah dapat terealisasi pada bulan ini,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

 

Indosat dikabarkan tengah berencana untuk menjual 4.000 menaranya senilai US$500 juta dan telah menerima minat dari tiga operator menara, yakni PT Solusi Tunas Pratama, PT Sarana Menara Nusantara Tbk, dan Tower Bersama.

 

Sebelumnya, Indosat telah menunjuk Tower Bersama secara eksklusif untuk dapat melanjutkan proses negosiasi, guna mengakuisisi sejumlah menara telekomunikasi milik perusahaan telekomunikasi tersebut.

 

Direktur Keuangan Tower Bersama Helmy Yusman Santoso kala itu menjelaskan kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman yang sifatnya tidak mengikat. Artinya, hanya perseroan yang ditunjuk Indosat untuk bisa melanjutkan ke proses negosiasi selanjutnya.

 

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MOU) tidak mengikat ini, maka Tower bersama menjadi satu-satunya operator menara yang lolos sebagai calon pembeli bagi Indosat.

 

Herman menuturkan hingga saat ini pihaknya belum dapat mengumumkan berapa jumlah menara yang akan diakuisisi beserta nilainya. Menurut dia, hal itu baru dapat dipublikasikan setelah proses akuisisi tuntas.“Jadi kami belum bisa bilang berapa menara yang akan kami akuisisi, karena ini masih dalam proses,” tuturnya.

 

Meski demikian, Helmy pernah mengatakan dari segi pendanaan, perseroan sudah siap, baik dari kas internal maupun dari pinjaman. Perseroan saat ini masih memiliki fasilitas plafon pinjaman senilai US$1,65 miliar yang belum dicairkan.

 

Fasilitas tersebut, tuturnya merupakan bagian dari plafon pinjaman senilai US$2 miliar. Dari jumlah tersebut, dia menjelaskan perseroan telah mencairkan sebesar US$350 juta, sehingga masih tersisa US$1,65 juta.

 

Adapun, kelompok bank pemberi pinjaman itu meliputi Australia & New Zealand Banking Group Ltd., Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd., DBS Group Holdings Ltd., Credit Agricole CIB, Standard Bank Group Ltd., Oversea-Chinese Banking Corp., dan United Overseas Bank Ltd. Pinjaman tersebut kabarnya akan ditandatangani pekan depan.

 

Namun, Helmy menuturkan perseroan telah menandatangani komitmen pencairan selanjutnya sebesar US$200 juta beberapa waktu lalu untuk menambah jumlah menara selama 2012.

 

“Sudah kami teken komitmen pinjaman US$200 juta untuk tahap selanjutnya, tapi sampai sekarang belum kami tarik. Rencananya ini juga akan masuk dalam alokasi belanja modal 2012,” paparnya. (ea)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top