Jangan Asal Klik 'Next', 5 Kesalahan Setting Ponsel Baru Ini Bikin Pengguna Menyesal

Nur Amalina
Jumat, 8 Mei 2026 | 13:36 WIB
Pekerja membuka internet dari smartphone di dekat BTS 5G
Pekerja membuka internet dari smartphone di dekat BTS 5G
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Banyak pengguna ponsel baru yang langsung menekan tombol lanjut saat perangkat pertama kali dinyalakan. Padahal, beberapa langkah awal saat menyiapkan ponsel sangat berpengaruh terhadap keamanan hingga performa perangkat dalam jangka panjang.

Agar ponsel baru tetap optimal dan nyaman digunakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut lima kesalahan yang sebaiknya dihindari saat proses pengaturan awal yang dikutip dari BGR, Jumat (8/5/2026).


1. Mengabaikan Pengaturan Keamanan

Kesalahan paling umum adalah melewati pengaturan keamanan demi mempercepat proses penggunaan ponsel. Padahal, smartphone saat ini menyimpan banyak data penting, mulai dari akun media sosial, aplikasi perbankan, foto pribadi, hingga informasi pekerjaan.

Karena itu, fitur keamanan bawaan wajib diaktifkan sejak awal, seperti sidik jari atau Face Unlock, PIN dan kata sandi layar, pelacakan lokasi perangkat, serta sistem keamanan seperti Google Play Protect atau Find My iPhone.

Fitur-fitur tersebut dapat membantu melindungi data jika ponsel hilang atau dicuri.

Selain itu, jangan lupa segera memperbarui sistem operasi jika tersedia pembaruan terbaru. Update biasanya membawa peningkatan keamanan sekaligus memperbaiki bug yang dapat mengganggu performa perangkat.

2. Langsung Menginstal Semua Aplikasi

Banyak orang ingin membuat ponsel baru terasa sama seperti perangkat lama dengan menginstal semua aplikasi sekaligus. Sekilas memang praktis, tetapi sebenarnya kurang efektif.

Mengunduh terlalu banyak aplikasi sejak awal dapat membuat memori cepat penuh, apalagi banyak ponsel terbaru sudah tidak menyediakan slot microSD tambahan.

Selain itu, beberapa aplikasi yang dulu dibutuhkan kini sebenarnya sudah digantikan oleh fitur bawaan sistem. Contohnya pengaturan senter, perekam layar, hingga pemindai dokumen kini sudah tersedia langsung di banyak smartphone modern.

3. Asal Menyetujui Semua Izin dan Notifikasi

Saat pertama kali membuka aplikasi, biasanya akan muncul berbagai permintaan izin, seperti akses kamera, mikrofon, kontak, lokasi, hingga galeri.

Karena ingin cepat selesai, banyak pengguna langsung menekan tombol izinkan tanpa membaca detailnya. Padahal, tidak semua aplikasi membutuhkan akses penuh ke data pribadi pengguna.

Hal yang sama juga berlaku untuk notifikasi. Jika semua aplikasi diizinkan mengirim pemberitahuan, ponsel akan terus berbunyi dan bergetar sepanjang hari. Selain mengganggu fokus, kondisi ini juga bisa membuat baterai lebih cepat habis.

Sebagai solusi pengguna dapat mengaktifkan notifikasi hanya untuk aplikasi penting seperti pesan, email, atau perbankan. Untuk aplikasi lain, cukup tampilkan notifikasi tanpa suara atau matikan sepenuhnya.

4. Memindahkan Semua Data dari Ponsel Lama

Ponsel baru sebenarnya bisa menjadi kesempatan untuk memulai pengalaman yang lebih rapi dan ringan. Namun, banyak orang justru memindahkan seluruh isi ponsel lama tanpa memilah data terlebih dahulu.

Akibatnya, file sampah, aplikasi lama, hingga data yang sudah tidak dibutuhkan ikut terbawa ke perangkat baru.

Memang fitur transfer data seperti Quick Start di iPhone atau fitur backup Android sangat membantu. Pengguna tidak perlu mengatur ulang semuanya dari nol. Namun, bukan berarti semua data harus dipindahkan begitu saja.

Sebelum transfer dilakukan luangkan waktu untuk membersihkan ponsel lama, seperti menghapus aplikasi yang sudah tidak dipakai, membersihkan file duplikat atau foto yang tidak penting, serta memindahkan dokumen penting ke cloud atau penyimpanan lain.

Dengan cara ini, ponsel baru akan terasa lebih ringan, rapi, dan memiliki ruang penyimpanan lebih lega.

5. Terlalu Cepat Menjual atau Membuang Ponsel Lama

Setelah ponsel baru aktif, sebagian orang langsung menjual atau mereset perangkat lama. Padahal, langkah ini cukup berisiko.

Pada beberapa hari pertama penggunaan, terkadang ada data yang belum sempurna dipindahkan atau aplikasi tertentu belum berjalan normal. Dalam kondisi seperti itu, ponsel lama bisa menjadi cadangan penting.

Sebaiknya simpan terlebih dahulu perangkat lama selama beberapa minggu sampai yakin semua data dan aplikasi sudah aman di ponsel baru.

Selain itu, jangan terburu-buru membuang kotak kemasan ponsel baru. Kotak asli sering dibutuhkan jika pengguna ingin mengklaim garansi, melakukan penukaran unit, atau menjual kembali perangkat di kemudian hari. (Nur Amalina)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Add Bisnis.com as a preferred source on Google
Penulis : Nur Amalina
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami