Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pangsa Pasar Smartphone RI Kuartal I/2022 Lesu, Ini Penyebabnya

International Data Corporation’s (IDC) Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker mencatat pangsa pasar smartphone di Indonesia lesu.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 17 Juni 2022  |  12:56 WIB
Pangsa Pasar Smartphone RI Kuartal I/2022 Lesu, Ini Penyebabnya
Ilustrasi penggunaan smartphone. - Dok. OPPO
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pangsa pasar ponsel pintar (smartphone) di Indonesia terlihat lesu usai turun sebesar 17,3 persen year-on-year (y-o-y) pada kuartal I/2022.

Berdasarkan International Data Corporation’s (IDC) Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, yang dilansir Jumat (17/6/2022), penurunan juga terjadi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebesar 13,1 persen.

Penurunan ini disebabkan oleh rendahnya daya beli masyarakat akibat adanya peningkatan harga barang seperti bensin dan komoditas (termasuk telepon genggam), serta kurangnya pasokan smartphone pada segmen entry-level di pasar.

Smartphone pada rentang harga US$200 ke bawah mengalami kekurangan pasokan menyusul kendala pasokan chipset 4G low-end, berimbas pada penurunan di segmen ini yakni sebesar 22 persen .

Drastisnya penurunan ketika dibandingkan secara y-o-y disebabkan adanya normalisasi jumlah permintaan setelah meredanya faktor pendorong pertumbuhan yang terkait dengan pandemi. Kombinasi dari beberapa faktor inilah yang memberikan teknanan tambahan pada kuartal yang biasanya rendah secara musiman.

IDC memperkirakan adanya penurunan pengiriman smartphone pada kuartal I/2022, jika dibandingkan dengan kuartal I/2021. Bulan Ramadan turut memberikan dorongan yang cukup baik sepanjang April 2022. Selain itu, diwajibkannya Tunjangan Hari Raya (THR) pada bulan yang sama turut memberikan dana tambahan untuk konsumen.

Kendati demikian, dana tambahan ini bisa jadi tergerus, seiring dengan naiknya pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen , terhitung sejak 1 April 2022, yang turut berimbas pada kenaikan harga barang, termasuk harga bahan bakar non-subsidi yakni Pertamax.

IDC juga memperkirakan dengan adanya kenaikan harga akan memberikan tekanan lebih pada daya beli masyarakat. Di sisi lain, ada kemungkinan vendor tidak dapat menyerap kenaikan harga jika melewati batas tertentu. Hal ini berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata. Alhasil, jumlah pengiriman smartphone pada tahun 2022 diperkirakan akan sama dibandingkan dengan tahun 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone ponsel ponsel pintar
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top