Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menakar Tantangan Proses Migrasi Siaran TV Analog ke Digital

Indonesia dihadapkan pada kekurangan 32 infrastruktur multiplex yang berisiko mempengaruhi proses migrasi siaran TV analog.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 29 April 2022  |  16:11 WIB
Keluarga menonton televisi. / istimewa
Keluarga menonton televisi. / istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki era digitalisasi, Indonesia tentu tak ingin tertinggal dari negara lain. Sayangnya, guna mewujudkan siaran TV digital secara penuh di Tanah Air, pemerintah masih memerlukan puluhan infrastruktur multiplex yang harus terus dibangun.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan saat ini masih dibutuhkan 32 infrastruktur multiplex untuk Analog Switch Off (ASO) tahap II dan III yang pembangunannya akan dilakukan oleh atau diambil alih tugas oleh pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo dan TVRI.

"TVRI akan menyelesaikan pembangunan infrastruktur multiplex sebanyak 17 infrastruktur dan Kominfo menyelesaikan 15 infrastruktur. Total masih perlu dibangun 32 infrastruktur multiplex," katanya dalam konferensi pers Kick Off Analog Switch Off (ASO) di Bandara Pondok Cabe, Jumat (29/4/2022).

Kendati demikian, dia memastikan penghentian tetap layanan siaran TV analog keseluruhan akan sesuai jadwal yakni 2 November 2022 sebagai bentuk implementasi dari Undang-undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja Sektor Pos Telekomunikasi dan Penyiaran yang diterjemahkan secara teknis dalam PP 46/2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran.

Sementara itu untuk ASO tahap I, sambung Menkominfo, pelaksanaannya tetap sesuai jadwal yakni pada 30 April 2022. Hingga H-1 suntik mati siaran analog tersebut, seluruh pembangunan infrastruktur multipleks di 56 wilayah siaran dengan 166 kabupaten/kota dipastikan telah selesai dan siap digunakan.

"Sesuai jadwal yang ditetapkan Kominfo, penghentian tetap layanan siaran analog TV akan dimulai pada 30 April 2022 jam 24.00 atau besok malam. Penghentian tetap siaran analog TV tahap I dimulai dari 3 wilayah siaran yang berada di 3 provinsi dan di 8 kabupaten/kota," ucap Johnny.

Sebelumnya, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional (Mastel) Sigit Puspito Wigati Jarot mengatakan penerapan ASO memang sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena target yang sekarang 2022 pun sudah mundur beberapa tahun dari rencana awal.

Meskipun di sisi lain, dia meyakini proses migrasi TV analog ke digital ini akan berdampak pada penurunan jumlah penonton atau pemirsa TV.

"Kekhawatiran turunnya jumlah pemirsa TV menjadi valid, karena beberapa alasan cukup banyak masyarakat yang tadinya bisa menikmati siaran analog, jadi tidak bisa menikmati siaran TV karena TV analognya sudah mati, sementara TV digitalnya belum bisa dinikmati," ujar Sigit beberapa waktu lalu.

Senada, VP Corporate Secretary PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) Gilang Iskandar juga khawatir pemadaman siaran analog khususnya tahap awal akan membuat jumlah penonton TV berkurang sehingga diprediksi juga akan berpengaruh pada pemasukan iklan mereka.

Namun demikian, dia tetap berpikir positif bahwa pada saat ASO dimulai, kepemilikan pesawat TV penerima siaran digital akan meningkat tajam.

"Dari pihak televisi, sudah secara masif mensosialisasikan ASO melalui siaran masing-masing agar masyarakat segera menyiapkan perangkat yang bisa menerima siaran digital sebelum ASO," ucapnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai pesawat TV memang jadi kendala dalam penerapan ASO meskipun di pasaran produk TV digital sudah banyak beredar.

Namun bagi masyarakat yang tidak mampu, Heru berharap pemerintah dan stakeholder terkait memang harus membantu terutama menyangkut penyediaan perangkat set top box (STB) agar dapat digunakan oleh keluarga yang hanya memiliki TV analog.

"STB kan merupakan kewajiban pemenang lelang penyelenggara multiplexer dan pemerintah. Penyediaan dan penyebaran STB itu harus dipercepat," imbuhnya.

Adapun sebagai tambahan, pembagian set top box (STB) untuk menunjang ASO kepada masyarakat miskin dipastikan selesai dilakukan per tahapnya. Secara total, Kemenkominfo akan memberikan 6,7 juta STB gratis guna mendukung siaran TV digital.

Kemenkominfo bersama dengan penyelenggara mux menyiapkan 3,2 juta STB gratis untuk pelaksanaan ASO tahap I mulai 30 April 2022. Dari total 3.202.503 unit kebutuhan STB untuk rumah tangga miskin pada periode pertama ini, pemerintah menyediakan 87.310 unit dan disisanya dipenuhi oleh penyelenggara mux.

ASO sendiri bakal dilaksanakan dalam tiga tahap, pertama dimulai 30 April 2022 di 56 wilayah layanan siaran di 166 kabupaten dan kota. Tahap kedua dimulai 25 Agustus 2022 di 31 wilayah layanan siaran meliputi 110 kabupaten dan kota dan tahap ketiga mulai 2 November 2022 di 25 wilayah layanan siaran yang meliputi 65 kabupaten dan kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo tv digital kemenkominfo migrasi siaran digital
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top