Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tokopedia Bidik UMKM, Ini Strategi Mereka Supaya Mulus

Utamakan pasar UMKM, Tokopedia terus gandeng pemerintah daerah digitalisasi UMKM lewat pasar-pasar tradisional.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 17 Februari 2022  |  08:31 WIB
Pelaku UMKM memanfaatkan marketplace Tokopedia untuk menjual produknya. Digitalisasi UMKM menjadi faktor penting untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19 - Bisnis/Dinda Wulandari
Pelaku UMKM memanfaatkan marketplace Tokopedia untuk menjual produknya. Digitalisasi UMKM menjadi faktor penting untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19 - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, JAKARTA - Utamakan pasar UMKM, Tokopedia terus gandeng pemerintah daerah digitalisasi UMKM lewat pasar-pasar tradisional.

External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya menyebut, saat ini Tokopedia menjadi rumah bagi jutaan penjual dan hampir 100 persen adalah UMKM.

"Kami melihat kenaikan transaksi terjadi di hampir semua kota di luar Jawa. Kota seperti Binjai, Makassar, dan Palembang merupakan beberapa kota di Indonesia dengan transaksi paling tinggi di Tokopedia," ujarnya, Selasa (15/2/2022).

Ekhel mengatakan, berkaitan dengan perkembangan transaksi digital, perseroan juga mencatat banyak kategori di Tokopedia yang terus melesat selama 2021. Contohnya kategori kesehatan yang menjadi salah satu kategori yang paling laris selama 2021.

Kota-kota seperti Medan, Denpasar, dan Palembang merupakan beberapa kota yang paling banyak membeli produk di kategori Kesehatan selama 2021 dibandingkan 2020.

Ekhel mengaku Tokopedia terus berkomitmen mempermudah masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan hingga menciptakan peluang, termasuk di luar Jawa. Salah satunya dengan program Digitalisasi Pasar Tradisional.

Program tersebut merupakan Kolaborasi bersama pemerintah daerah untuk menggandeng penjual baru, baik individu maupun pasar tradisional di berbagai kota, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bandung, Surabaya, Malang dan Makassar.

"Kami berharap seluruh pihak lebih gencar berkolaborasi dalam membantu pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM, agar produk UMKM lokal bisa menjadi pilihan utama masyarakat supaya kita bisa bangkit bersama menghadapi pandemi," ujar Ekhel.

Sayangnya menurut survei yang diterbitkan Institute for Business Value IBM (NYSE:IBM) pada, Rabu (2/2/2022), dari 19.000 responden sekitar 72 persen masih menggunakan motode belanja secara langsung ke toko untuk memenuhi kebutuhan harian.

Adapun, 27 persen responden mengaku menggunakan metode belanja campuran (digital dan ke toko langsung). Para responden yang menggunakan metode campuran merupakan generasi muda (Gen z).

Alasan teratas responden memilih untuk mengunjungi toko adalah 50 persen dapat menyentuh dan merasakan produk sebelum membelinya, 47 persen memilih dan menentukan produk mereka sendiri, serta 43 persen bisa langsung mendapatkan produk yang diinginkan. Meskipun barang yang dicari pembeli di toko fisik bervariasi menurut kategori produk.

Menurut data Badan Pusat Statistik dalam Survei E-Commerce 2021 menunjukkan 1.774.589 usaha yang menggunakan teknologi digital atau 75,15 persen dari total usaha yang telah terdigitalisasi di Indonesia 2,36 juta usaha, persebaran usahanya masih terpusat di Pulau Jawa.

Selain itu juga ditemukan fakta mayoritas menggunakan pesan instan dan media sosial sebagai media penjualan dan bukan platform e-commerce. Adapun mayoritas pendidikan penanggung jawab atau pemilik usaha adalah sekolah menengah atas atau SMA/SMK sederajat sebanyak 75,36 persen.

Hasil survei mengkonfirmasi 54,66 persen para pemilik usaha berjualan online melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya. Selanjutnya, hanya 21,64 persen usaha yang memiliki akun penjualan di marketplace.

Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar usaha di Indonesia tertarik beralih ke marketplace atau platform digital, karena masih terdapat 78,36 persen usaha yang belum memanfaatkan media penjualan tersebut.

Selanjutnya, terdapat 10,42 persen usaha yang menggunakan e-mail dalam berjualan daring. Di urutan akhir, terdapat 2,38 persen usaha yang menggunakan website.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspansi umkm digital tokopedia ecommerce
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top