Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandi Optimistis Bisa Rangkul 1 Juta Pengguna Domain .id

Pandi optimistis bisa merangkul 1 juta pengguna domain .id karena masih memiliki pasar yang luas.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  02:30 WIB
ilustrasi domain .id -  Dok. Istimewa
ilustrasi domain .id - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menilai pasar domain .id masih luas. Dari ratusan juta pengguna internet, jumlah pengguna domain. id hanya setengah juta.

Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo mengatakan penduduk Indonesia masih banyak yang belum mengenal domain .id. Dengan jumlah pengguna internet yang mencapai 202,6 juta pada 2021, pengguna domain .id tidak sampai 1 juta.

Yudho berharap dapat menambah jumlah pengguna domain .id secara bertahap hingga mencapai 1 juta. Jumlah tersebut masih sedikit, jika dibandingkan dengan Australia yang memiliki 2 juta pengguna nama domain.

“Dari sisi jumlah nama domain, masih banyak pekerjaan rumah yang masih harus dikerjakan agar kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Yudho, Kamis (27/1/2022).

Dia mengatakan dalam 2 tahun terakhir masyarakat mulai menggunakan nama .id di berbagai media sosial. Nama .id menggambarkan identitas bahwa mereka berasal dari Indonesia.

Pertumbuhan penggunaan nama domain .id menurutnya dapat lebih cepat lagi seandainya pemerintah mengharuskan masyarakat untuk menggunakan nama domain .id.Sayangnya, hal tersebut hingga saat ini belum terjadi.

“Peraturan yang mengharuskan penggunaan nama domain .id belum ada kecuali untuk pemerintahan. Meski demikian Pandi tidak bisa berpangku tangan untuk itu,” kata Yudho.

Sementara itu, Chief Registry Operator (CRO) Pandi Mohammad Shidiq Purnama mengatakan untuk mendongkrak porsi jumlah pengguna nama domain .id di mancanegara.

Pandi memiliki program bulk atau pembelian nama domain secara banyak. Dengan program bulk, Pandi dapat memasarkan nama domain .id di luar negeri bekerja sama dengan pihak ketiga. Program tersebut telah berjalan sejak 2019.

“Kami ingin nama domain. id dikenal oleh masyarakat luar negeri. Pencarian - pencarian nama domain id di luar negeri naik lagi,” kata Shidiq.

Adapun mengenai persaingan antara domain. id dengan domain .com, kata Shidiq, secara pangsa pasar domain. id terus mengalami peningkatan. Meski demikian belum dapat mengejar pasar nama domain .com karena nama domain .com lebih awal dibandingkan dengan nama domain .id.

Pada 1998, seluruh orang dan korporasi yang ingin membuat website kemungkinan besar menggunakan nama domain .com. Adapun nama domain .id saat itu belum seperti saat ini.

Dengan kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh Pandi, domain .id kemudian makin dikenal oleh masyrakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pandi domain
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top