Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyedia Layanan Komputasi Awan Asing Selimuti Indonesia

Sejumlah penyedia layanan komputasi awan asing berlomba untuk menyelimuti indonesia dengan pangkalan data.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  13:03 WIB
Seorang pejalan kaki melewati logo Alibaba di China -  Bloomberg
Seorang pejalan kaki melewati logo Alibaba di China - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Penyedia layanan komputasi awan (cloud) luar negeri berlomba memperkuat posisi di Indonesia dengan membangun dan mengoperasikan pangkalan data (data center).

Dengan menghadirkan pangkalan data, layanan yang diberikan para penyedia komputasi awan akan makin andal dan mumpuni.

General Manager Alibaba Cloud Indonesia Leon Chen mengatakan dalam 5 tahun, Alibaba telah membangun tiga pangkalan data dan satu scrubbing center atau fasilitas untuk menyaring lalu lintas data yang berbahaya. Alibaba akan terus berinovasi dan berinvestasi di Indonesia dengan melihat kebutuhan pasar.

“Dengan permintaan yang terus meningkat, Alibaba tentu saja akan terus berinvestasi sesuai dengan permintaan yang dibutuhkan,” kata Leon diskusi virtual Alibaba Cloud Strategy and Outlook in 2022, Kamis (13/1/2022).

Leon menambahkan pada 2022 Alibaba Cloud juga akan menggandakan jumlah mitra yang menggunakan layanan perseroan.

Pada 2021, jumlah mitra Alibaba Cloud tercatat lebih dari 100 mitra. Tahun ini targetnya ada 200 mitra yang tergabung dengan layanan mereka.

Alibaba Cloud juga akan berinvestasi dengan membangun talenta digital. Alibaba Cloud menargetkan sebanyak 50.000 orang akan mendapat pelatihan digital.

Sementara itu, pada Desember 2021, Amazon Web Services (AWS) membuka secara resmi pangkalan data AWS Asia Pasific (Jakarta) Region.

AWS membidik perusahaan rintisan (startup), wirausahawan, dan perusahaan-perusahaan berskala besar, serta pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi-organisasi nirlaba untuk bergabung dengan ekosistem mereka.

Berdasarkan studi yang dilakukannya, AWS memperkirakan dari investasi pembangunan dan operasional AWS Asia Pacific (Jakarta) Region akan menciptakan 24.700 lapangan pekerjaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan estimasi nilai investasi yang direncanakan sebesar US$5 miliar (Rp71 triliun) selama 15 tahun ke depan.

Studi AWS juga menyebut dalam 15 tahun ke depan, AWS Asia Pacific (Jakarta) Region berkontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar US$10,9 miliar (Rp155 triliun).

“Cloud menghadirkan beragam peluang bagi organisasi-organisasi, terlepas dari skala maupun jenis organisasinya,” kata Vice President of Infrastructure Services AWS Prasad Kalyanaraman.

Prasad mengatakan dengan hadirnya region baru tersebut, diharapkan dapat membantu berbagai institusi, perusahaan rintisan, dan perusahaan-perusahaan besar yang ada di Indonesia, menghadirkan aplikasi terbaik.

Dengan diluncurkannya AWS Asia Pacific (Jakarta) Region, AWS memiliki 84 Availability Zone di 26 wilayah geografis secara global.

Selain membangun AWS Asia Pasific (Jakarta) Region, pada Maret 2021, AWS telah meluncurkan lokasi edge Amazon CloudFront pertamanya di Indonesia yang menawarkan latensi hingga 30 persen lebih rendah kepada pelanggan mereka di Indonesia.

Amazon CloudFront merupakan jaringan pengiriman konten (CDN) yang aman dan dapat diprogram untuk mempercepat pengiriman data, video, aplikasi, dan API ke pengguna di seluruh dunia dengan latensi rendah dan kecepatan transfer tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cloud computing data center
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top