Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Sulit Ekspansi ke Luar Negeri, Gara-Gara Pandemi?

Startup lokal dinilai sulit untuk ekspansi ke luar negeri sejalan dengan adanya pandemi Covid-19.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 12 Januari 2022  |  15:56 WIB
Ilustrasi startup -
Ilustrasi startup -

Bisnis.com, JAKARTA - Perburukan kondisi pandemi Covid-19 seiring dengan munculnya varian Omicron menjadi penghambat bagi perusahaan rintisan (startup) untuk ekspansi ke luar negeri.

Ekspansi membutuhkan modal besar, yang sebenarnya dapat digunakan untuk memperbesar pasar di dalam negeri. Peneliti ekonomi digital Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan jika kondisi pandemi Covid-19 memburuk, maka ekspansi layanan ke luar negeri akan sulit.

Beberapa sektor sepert transportasi online, perjalanan, penginapan dan lain sebagainya, akan terdampak oleh pandemi. Pada tahun lalu, sejumlah perusahaan teknologi yang menggelar layanan di luar negeri, terpaksa harus tutup atau membiarkan perusahaannya diakuisisi kompetitor.

“Kalah akhirnya dan tidak dapat apa-apa,” kata Huda, Rabu (12/1/2022).

Sebagai informasi pada Desember 2021, Trex Ventures, perusahaan gabungan Traveloka dan SCB 10X di Thailand, berhenti beroperasi. SCB mengusai 51 persen saham, sementara Traveloka melalui Godwit Rock menguasai 49 persen saham.

Trex Ventures beroperasi pada Maret 2021. Artinya umur perusahaan ini saat ditutup baru 10 bulan.

Sementara itu pada Juli 2021, AirAsia mengakuisisi unit bisnis Gojek di Thailand. Gojek menyampaikan ingin fokus dalam mengembangkan bisnis di Vietnam dan Singapura sehingga melepas bisnisnya di Thailand.

Huda menuturkan selain pandemi, kekuatan dan permodalan kuat perusahaan asing, seperti SEA Limited, di Asia Tenggara sulit untuk dikalahkan oleh perusahaan teknologi dalam negeri yang ekspansi ke negara tetangga.

Secara vertikal sektor, menurut Huda, perusahaan yang paling mungkin untuk ekspansi ada atau tanpa ada pandemi adalah perusahaan yang bergerak di sektor dagang el. Mereka bisa beroperasi lebih normal dibandingkan sektor transporasi online.

“Ke depan saya rasa akan sangat tergantung dengan kondisi pandemi,” kata Huda.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top