Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kantongi Restu Menkominfo, Merger Indosat dan Hutchison 3 Tetap Perlu Dievaluasi

Pemerintah diminta melakukan evaluasi menyeluruh agar merger(Indosat) dan Hutchison 3 Indonesia (H3I) bisa menyehatkan industri telekomunikasi dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 07 Oktober 2021  |  12:16 WIB
Logo Tri Indonesia dan Indosat
Logo Tri Indonesia dan Indosat

Bisnis.com, JAKARTA - Merger Ooredoo (Indosat) dan Hutchison 3 Indonesia telah mendapatkan sinyal positif dari Menkominfo, Johnny G. Plate.

Namun, pemerintah diminta melakukan evaluasi menyeluruh agar merger bisa menyehatkan industri telekomunikasi dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

Sigit Puspito Wigati Jarot, Ketua Indonesia 5G Forum mengatakan merger Indosat dan Hutchison 3 menjadi momentum penataan industri telekomunikasi agar lebih efisien dan produktif. Pasalnya, selain menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di Indonesia, merger Indosat H3I juga melibatkan besarnya spektrum frekuensi radio dari dua operator seluler.

Dia menjelaskan salah satu motivasi utama operator melakukan merger ialah mendapatkan tambahan frekuensi sebagai alat produksi yang vital bagi operator seluler.

Sesuai dengan amanat UU Cipta Kerja, katanya, ada kewajiban evaluasi dari pemerintah melalui Kominfo sebagai kementerian teknis dan KPPU sebagai regulator persaingan usaha.

“Evaluasi teknis yang dilakukan Kominfo meliputi mengecek komitmen pembangunan, penggelaran jaringan, QoS [quality of services] selama ini yang diberikan dan spektrum frekuensi yang harus dikembalikan Indosat H3I,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (7/10/2021).

Sigit melanjutkan saat ini industri telekomunikasi memasuki era 5G yang membutuhkan frekuensi sangat besar sehingga frekuensi yang melimpah yang dimiliki perusahaan hasil merger Indosat H3I di 1800 MHz dan 2100 MHz patut menjadi perhatian.

Dia berpendapat pemerintah perlu memikirkan langkah strategis merger Indosat H3I. Merger hanya sekadar menyehatkan industri telekomunikasi, tetapi juga harus mengakomodasi kepentingan nasional yang jauh lebih besar seperti menagih janji komitmen pembangunan, peningkatan QoS dan memastikan persaingan usaha yang sehat.

“Sehingga ketika Indosat - H3I merger, mereka akan menjadi operator selular yang sehat dan memiliki kemampuan menggelar jaringan di seluruh pelosok Indonesia,” tambahnya.

Sigit melanjutkan jika komitmen pembangunan tidak ditambah maka tidak adil bagi operator lainnya. Merger Indosat H3I menjadi momentum yang baik bagi pemerintah untuk menata ulang industri telekomunikasi nasional.

Merger, katanya, jangan sampai dipersulit dan juga jangan sampai merger dibebaskan sebebas-bebasnya. Merger perlu mengedepankan kepentingan nasional untuk pemerataan layanan telekomunikasi di seluruh Nusantara.

"Frekuensi kan milik negara dan publik wajib diberitahu.Tools yang dimiliki Pemerintah adalah izin. Sehingga dengan izin merger yang diberikan pemerintah ke operator selular diharapkan frekuensi sebagai sumberdaya terbatas dapat optimal dipergunakan untuk kepentingan nasional yang lebih luas," jelasnya.

Sebelumnya, merger yang akan dilakukan Indosat dan Hutchison 3 mendapat respon positif dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate.

Menurutnya, secara prinsip pemerintah mendukung merger Indosat Hutchison 3 guna memberikan manfaat bagi masyarakat dan akan membuat industri telekomunikasi menjadi efisien dan produktif.

"Kominfo mendukung konsolidasi industri telekomunikasi dengan tujuan agar lebih efisien dan lebih produktif. Kebetulan merger Indosat Tri merupakan salah satu merger yang besar di Indonesia,"terang Johnny di Manokwari Selatan, Papua Barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat kominfo hutchison 3
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top